Keberanian Kejagung Bukti Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Gedung bundar Jampidsus Kejagung
Gedung bundar Jampidsus Kejagung

Ketua Umum Persatuan Islam (Persis), Jeje Zaenudin melihat Kejaksaan Agung (Kejagung) yang tegas dan konsisten dalam penegakan hukum mampu mengembalikan harapan masyarakat.

Hal ini menanggapi hasil survei Indikator Politik Indonesia yang menempatkan Kejaksaan Agung (Kejagung) sebagai lembaga penegak hukum paling dipercaya publik. 

Menurut dia, kepercayaan publik meningkat karena Kejaksaan menunjukkan keseriusan dan keberanian dalam menindak berbagai kasus besar, termasuk kasus-kasus megakorupsi.

“Ini membuktikan bahwa ketika lembaga penegak hukum bekerja serius, konsisten, dan maksimal, banyak kasus pelanggaran hukum yang besar dan berat dapat diungkap dan ditindak dengan tegas. Sehingga, berdampak kepada harapan dan kepercayaan masyarakat,” kata Jeje melalui keterangannya pada Senin, 17 November 2025.

Ia menilai ketegasan Kejaksaan dalam menegakkan hukum tidak lepas dari dukungan langsung Kepala Negara. Menurut dia, dukungan tersebut membuat Kejaksaan lebih leluasa dan berani menindak siapa pun tanpa pandang bulu.

“Ketegasan Kejagung dalam memberantas pelanggaran hukum tidak lepas dari dukungan kuat dari kebijakan kepala negara. Tentu saja, Kejagung tidak akan ragu dan sungkan untuk membongkar semua kejahatan yang merugikan negara dengan garansi dukungan kepala negara,” tegas dia.

Selama ini, kata dia, ketidakpercayaan publik terhadap penegakan hukum kerap muncul karena kasus-kasus megakorupsi selalu tersendat di tengah keterlibatan pihak-pihak berkuasa. 

Namun, lanjut dia, ketika lembaga hukum berani menindak tegas pelaku korupsi tanpa pandang jabatan, maka hal itu menjadi sinyal kuat bahwa negara berpihak kepada rakyat.

“Ketika kasus megakorupsi dapat dibongkar dan ditindak dengan tegas, itu menunjukkan negara pro kepentingan rakyat, bukan pro penguasa. Artinya, tidak ada lagi backing pelaku megakorupsi, sehingga penegak hukum dapat bekerja independen,” katanya.

Dengan langkah tegas itu, Jeje menyebut lembaga penegak hukum kembali memiliki wibawa dan kepercayaan masyarakat pun tumbuh kembali. 

“Maka, lembaga penegak hukum kembali bertaji dan masyarakat punya harapan serta kepercayaan kembali,” jelas Ketua MUI Pusat ini.

Survei Indikator Politik Indonesia yang dirilis pekan lalu menunjukkan bahwa Kejaksaan Agung menempati posisi teratas sebagai lembaga penegak hukum yang paling dipercaya publik, mengungguli Kepolisian dan KPK.

Dalam survei tersebut, tingkat kepercayaan total terhadap Kejaksaan Agung mencapai 76 persen, terdiri dari 10 persen sangat percaya dan 66 persen cukup percaya. 

Sementara KPK mencatat total kepercayaan 70 persen, 11 persen sangat percaya dan 59 persen cukup percaya. Selanjutnya, disusul Polri total kepercayaan 66 persen, 11 persen sangat percaya dan 55 persen cukup percaya).