Reaksi Manajemen Persib Usai Disanksi Rp 115 Juta oleh Komdis PSSI
Komite Disiplin PSSI (Komdis) PSSI menjathkan denda kepada Persib Bandung terkait ulah suporter di laga tandang lawan Bali United pada 1 November 2025.
Beberapa suporter Persib Bandung yang biasa dikenal Bobotoh tampak membuat ulah di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada laga pekan ke-11 Super League 2025-2026.
Berdasarkan sidang putusan Komdis PSSI pada 6 November, Persib dijatuhi denda total Rp 115 juta.
Hukuman diberikan atas tiga pelanggaran, pertama Bobotoh yang memaksa hadir di laga tandang dimana ini masih tidak diperbolehkan sesuai regulasi kompetisi. Pelanggaran ini mendapat denda Rp 25 juta.
Pelanggaran kedua berupa penyalaan dua buah flare oleh Bobotoh di Tribun Selatan yang diganjar denda Rp 60 juta.
Pelanggaran ketiga terjadi pelemparan botol air minum kemasan di Tribun Selatan dengan nominal denda Rp 30 juta.
Hukuman Komdis PSSI kepada Persib dalam Sidang 6 November
- Pelanggaran pertama adalah kehadiran suporter Persib sebagai penonton tim tamu, yang berdasarkan regulasi liga masih tidak diperbolehkan. Atas pelanggaran ini, klub dijatuhi denda Rp25.000.000,-.
- Pelanggaran kedua berkaitan dengan penyalaan flare di beberapa titik tribun, yang menghasilkan denda Rp60.000.000,-.
- Pelanggaran ketiga adalah pelemparan botol air minum kemasan dari area Tribun Selatan, yang dikenai sanksi denda Rp30.000.000,-.
Sikap Manajemen Persib Atas Sanksi Rp 115 Juta
Pemain Persib Bandung merayakan gol yang dicetak Ulliam Barros ke gawang Persis Solo, Senin (27/10/2025) malam. Hasil Persib vs Persis berakhir 2-0.
Menyikapi hal tersebut, manajemen Persib melalui Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat Adhitia Putra Herawan siap menerima sanksi dan menghormati keputusan.
Pihaknya menyadari masih butuh terus memberikan imbauan kepada suporternya agar tak mengulangi pelanggaran sama, apalagi Persib kini tengah dalam tren positif.
“Putusan ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kedisiplinan adalah hal penting dalam penyelenggaraan pertandingan. Kami menghargai proses yang ditempuh Komite Disiplin dan akan mematuhi setiap ketetapan yang berlaku,” kata Adhitia.
“Kami juga terus mengajak Bobotoh menjaga perilaku saat mendukung tim, baik di kandang maupun tandang, agar Persib tidak mengalami kerugian serupa pada laga berikutnya,” imbaunya.
Peraturan Larangan Tandang Masih Berlaku
Persib juga tak akan pernah bosan mengimbau Bobotoh untuk mematuhi aturan yang ada demi kecintaannya kepada klub.
Ketika Persib dalam performa gemilang, tak boleh ada hal di luar teknis yang bisa mengganggu konsentrasi pemain mempersembahkan yang terbaik.
Dirinya juga menegaskan pentingnya mematuhi aturan mengenai larangan suporter tamu hadir langsung di stadion.
“Saat ini, masih ada regulasi yang harus kita hormati bersama. Berdasarkan Regulasi Liga 1 2025/2026 Pasal 5 Ayat 7 tentang keamanan dan kenyamanan, serta Pasal 141 Kode Disiplin PSSI Tahun 2023, suporter tim tamu masih dilarang hadir langsung di stadion,” tegas Adhitia.
“Kami memahami kerinduan Bobotoh untuk mendampingi tim dimanapun kami bertanding, tapi aturan ini berlaku untuk semua klub dan harus kita patuhi demi keselamatan bersama,” paparnya.
Lebih lanjut Adhit percaya bahwa Bobotoh akan semakin mengerti bagaimana situasinya untuk tak berbuat onar.
“Kami percaya Bobotoh bisa menunjukkan kedewasaan dalam mendukung Persib. Semangat dan loyalitas Bobotoh adalah kekuatan besar bagi tim, dan kami ingin energi positif itu tetap tersalurkan tanpa melanggar aturan apapun,” pungkasnya.