Bandung Darurat Sampah Nasional, Tumpukan Sampah Menggunung di Sejumlah Titik

Tumpukan sampah di Kota Bandung
Tumpukan sampah di Kota Bandung

 Polemik masalah sampah di Kota Bandung seolah tak kunjung usai. Tumpukan sampah masih terlihat di sejumlah titik, bahkan menggunung di beberapa lokasi. Wali Kota Bandung, Muhamad Farhan, menyebut Kota Kembang kini masuk dalam status darurat sampah skema nasional.

Menurut Farhan, perubahan sistem pengangkutan dari ritase menjadi tonase menjadi salah satu penyebab utama penumpukan sampah di tempat penampungan sementara (TPS). Sistem baru ini membuat proses pengangkutan melambat karena armada harus menunggu kuota tonase mingguan untuk dibuang ke TPA Sarimukti.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan (kanan)

"Biasanya pengangkutan sampah di akhir pekan dilakukan pada Sabtu malam agar tidak terjadi penumpukan pada Minggu atau Senin. Namun karena ada aturan baru, prosesnya jadi tertunda dan menimbulkan penumpukan," kata Farhan, Kamis, 13 November 2025.

Farhan menegaskan, saat ini Kota Bandung resmi masuk dalam skema darurat sampah nasional yang ditetapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Karena itu, Pemerintah Kota Bandung dituntut untuk segera mengambil langkah yang benar-benar solutif dalam menangani persoalan ini.

"Saat ini Pemkot Bandung memastikan kuota sampah sebanyak 941 ton tengah dalam proses pembuangan," ujar Farhan.

Selain itu, lanjutnya, pembangunan berbagai fasilitas pengolah sampah di TPS juga terus dipercepat, mulai dari alat pengolah sampah organik hingga alat pemusnah berbasis teknologi panas (thermal).

"Kami berharap dengan percepatan pembangunan fasilitas pengolahan dan optimalisasi sistem pengangkutan, permasalahan tumpukan sampah di Kota Bandung dapat segera teratasi," kata Farhan.

Pemerintah Kota Bandung juga mengimbau warga untuk lebih aktif memilah dan mengurangi sampah dari sumbernya, agar krisis sampah yang kini melanda ibu kota Jawa Barat itu tidak semakin parah.

Laporan: Cepi Kurnia, tvOne Bandung