Mencari Kenzie yang Hilang 3 Tahun Lalu, Harapan Keluarga Menyusul Terbentuknya Tim Khusus Polisi

Tiga tahun berlalu sejak Kenzie Alfarezi, bocah laki-laki yang saat itu berusia 3 tahun, lenyap dari halaman rumahnya di Dusun Danau, Kecamatan Pelepat Ilir, Kabupaten Bungo, Jambi.
Kasus yang menyisakan luka mendalam bagi keluarga itu kini kembali mencuat setelah Polres Bungo membentuk tim khusus gabungan untuk menelusuri jejak Kenzie.
Kapolres Bungo AKBP Natalena Eko Cahyono mengatakan pembentukan tim dilakukan secara terkoordinasi dengan sejumlah satuan wilayah kepolisian dan mulai bekerja pada Rabu (12/11/2025).
“Kami sedang melakukan penyelidikan dengan membentuk tim khusus gabungan dan dimulai hari ini,” kata Natalena melalui pesan singkat, Rabu (12/11/2025).
Harapan yang Tak Pernah Padam
Sejak 1 September 2022, orangtua Kenzie, Azwani (ayah) dan Firda (ibu), hidup dalam penantian dan harapan. Setiap hari mereka berdoa dan terus mencari petunjuk sekecil apa pun yang bisa mengantarkan mereka pada anak sulungnya itu.
Rasa kehilangan begitu mendalam hingga memengaruhi kehidupan rumah tangga dan aktivitas mereka.
Firda menceritakan bagaimana pandemi rindu itu kembali memuncak setelah insiden penangkapan pelaku penculikan balita yang sempat viral beberapa waktu lalu.
“Kan lagi viral penculikan Bilqis, Pak. Dan lokasi ditemukannya juga di Merangin, tidak jauh dari tempat kami. Semoga juga bisa dicari anak kami,” kata Firda kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Rabu (12/11/2025).
Keluarga berharap perhatian publik dan media dapat menghidupkan kembali penyelidikan yang selama ini seakan terhenti. “Pak media, tolong bantu diviralkan. Sekarang kalau tidak viral, kan tidak terungkap,” ucap Firda.
Kronologi Hilang, Sekejap, Hilang
Kejadian berlangsung pada Kamis pagi, sekitar pukul 09.00 WIB.
Saat itu Kenzie sedang bermain di halaman rumah, sedangkan Firda berjualan di warung depan rumah di Pasar Danau. Jarak antara ibu dan anak hanya sekitar lima meter.
Namun Firda sempat berpaling sebentar untuk melayani pembeli dan ketika Ia menoleh kembali, Kenzie sudah tidak ada di tempat.
“Cuman lengah sebentar saja waktu itu, terus langsung hilang,” ujar Firda.
Seorang saksi menyaksikan Kenzie dibawa seseorang menggunakan sepeda motor.
Namun saksi tidak curiga karena menduga orang yang membawa anak itu adalah keluarga. Pernyataan saksi ini kemudian menjadi salah satu titik awal laporan yang dibuat keluarga ke Polres Bungo.
Laporan Polisi, Ancaman, dan Jalan Buntu
Lokasi hilangnya Kenzie, anak asal Kabupaten Bungo, Jambi yang dilaporkan hilang sejak 2022 belum juga ditemukan.
Ayah Kenzie, Azwani, mengatakan pihaknya sudah melapor ke Polres Bungo kurang dari 24 jam setelah anaknya hilang.Namun dalam perjalanan waktu keluarga merasa belum mendapatkan titik terang dari penyelidikan.
“Sampai saat ini tidak ada lagi kabar dari pihak kepolisian,” kata Azwani ketika dihubungi Kompas.com pada September 2024.
Sekitar sepekan pascakehilangan, keluarga menerima pesan WhatsApp dari nomor tidak dikenal yang menuntut pencabutan laporan polisi dengan imbalan pelepasan anak.
Keluarga melaporkan ancaman itu ke polisi dan pihak berwajib pun menangkap seorang pria terkait pengiriman pesan. Namun polisi menyatakan pelaku pengancaman bukanlah penculik.
Kapolres Bungo sempat menyatakan bahwa kasus tersebut merupakan laporan lama sehingga butuh pembongkaran dan kajian mendalam
“Karena ini LP (laporan polisi) lama, harus kita bedah secara detail,” ujar AKBP Natalena saat dihubungi Kompas.com, Jumat (13/9/2024).
Perubahan Hidup Keluarga
Kehilangan Kenzie mengguncang hidup Firda dan Azwani. Firda mengaku kehilangan semangat hidup dan memilih pindah dari rumah lama, rumah tempat Kenzie dilahirkan dan tumbuh, ke perumahan tempat suami bekerja untuk menghindari kenangan yang terus menghantui.
“Rasanya itu hampa, dunia ini rasanya tidak sama lagi. Setelah kejadian, kami trauma, (terbayang kenangan Kenzie) jadi pindah ke perumahan kerja suami, karena banyak kenangan di situ kan,” kata Firda.
Kasus penemuan Bilqis, balita 4 tahun yang diculik di Makassar dan ditemukan di Jambi, memicu harapan baru bagi keluarga Kenzie.
Kesamaan wilayah penemuan (Merangin) memberikan optimisme bahwa jaringan penyelundup atau pelaku trans-wilayah dapat diusut kembali.
Kehadiran tim khusus yang melibatkan Polres Bungo, Polres Tebo, dan Polres Merangin diharapkan mampu membuka kembali penyelidikan dengan pendekatan lintas wilayah, termasuk menelusuri jejak saksi, telekomunikasi, hingga rekaman CCTV yang mungkin masih tersimpan di rute-rute strategis.
Keluarga meminta publik untuk membantu menyebarkan foto dan informasi Kenzie agar kasus ini kembali mendapat sorotan. Mereka juga berharap pihak kepolisian bekerja cepat dan transparan.
“Pak media, tolong bantu diviralkan,” seru Firda yang terus menunggu keajaiban untuk mengembalikan buah hatinya.
Sebagian Artikel Telah Tayang di Kompas.com dengan Judul
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.