Cegah Keracunan, BGN Wajibkan Sterilisasi Food Tray Pakai Uap Panas 120 Derajat

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana di Kompleks Istana Kepresidenan
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana di Kompleks Istana Kepresidenan

 Badan Gizi Nasional (BGN) mewajibkan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk melakukan sterilisasi food tray dengan cara mencuci menggunakan uap panas hingga 120 derajat.   "Setiap SPPG sekarang diminta untuk menggunakan sterilisasi food tray, terutama yang berbahan seperti lemari dan memiliki uap panas yang bisa sampai 120 derajat sehingga food tray bisa cepat dikeringkan, dan juga steril," kata Kepala BGN Dadan Hindayana dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Rabu, 12 November 2025.

Dadan menjelaskan bahwa berdasarkan uji yang dilakukan oleh Kemenkes, 50 persen keracunan MBG disebabkan karena adanya bakteri e.coli yang berasal dari air.

Menu MBG Alergi Nasi

Maka itu, kata Dadan, pihaknya meminta seluruh SPPG untuk menggunakan air untuk masak yang tersertifikasi baik.

"Seluruh SPPG sekarang diminta untuk menggunakan air untuk masak yang tersertifikasi baik itu air dalam kemasan maupun air isi ulang tapi memiliki peralatan untuk bisa mensterilkan air tersebut," imbuhnya.

Dadan melaporkan saat ini sudah ada 1.619 SPPG yang memiliki Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS).

"Sampai pagi ini sudah ada laporan 1.619 SPPG yang sudah memiliki SLHS yang kecepatan penerbitan sertifikatnya tergantung dari pemda masing-masing ada yang sangat cepat, ada yang masih membutuhkan waktu tetapi praktik terkait penerapan aspek higienis sudah diperketat lebih intens dalam juknis (petunjuk dan teknis) terbaru," ungkapnya.

Diketahui, Dadan Hindayana menjelaskan bahwa pihaknya sudah mendata penerima manfaat MBG per 11 November 2025 mencapai 41.630.942.

"Jadi ini sudah bervariasi, jadi itu mencakup total 420.451 kelompok yang sudah kita capai dan seluruh penerima manfaat, alhamdulillah sudah melebihi 50 persen dari total target kita tahun 2025," kata Dadan.

Selain itu, BGN mencatat sebanyak 14.778 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sudah didirikan hingga saat ini. Adapun sebarannya yaitu sudah menjangkau sekolah-sekolah di 38 provinsi se-Indonesia.

UMKM penyuplai MBG mendapat akses pembiayaan BRI

UMKM penyuplai MBG mendapat akses pembiayaan BRI

"Program makan bergizi sampai hari ini sudah bisa membentuk, di dalam edaran yang disampaikan itu berjumlah 14.778 (SPPG), di dalam aplikasi kami yang terbaru pagi ini sudah mencapai 14.853 (SPPG), yang sudah menjangkau lebih dari 42 juta di 38 provinsi, di 509 kabupaten, dan kemudian di 7.022 kecamatan," kata dia.