Ledakan Dahsyat di New Delhi Diduga Terkait Kelompok Teroris Pakistan JeM

Terduga pelaku ledakan bom bunuh diri di New Delhi, India
Terduga pelaku ledakan bom bunuh diri di New Delhi, India

Ledakan dahsyat yang mengguncang ibu kota India, New Delhi, pada Senin, 10 November 2025, malam di dekat Red Fort yang bersejarah, diduga merupakan serangan bom bunuh diri, dan kini diselidiki sebagai aksi teror yang terkait dengan jaringan kelompok terorisme Jaish-e-Mohammed (JeM) yang dibongkar di Faridabad, kata sumber kepolisian.

Insiden terjadi sekitar pukul 19.00 waktu setempat di salah satu titik tersibuk ibu kota, ketika sebuah mobil Hyundai i20 warna putih meledak hebat, merusak kendaraan lain dan menimbulkan kebakaran di lokasi. Sedikitnya sembilan orang tewas dan sekitar 20 lainnya luka-luka akibat ledakan itu.

Video dan gambar CCTV merekam mobil Hyundai i20 putih yang digunakan pelaku untuk bom bunuh diri, dengan pelat nomor HR 26CE7674 memasuki Delhi dari perbatasan Badarpur, dan parkir di dekat benteng selama lebih dari tiga jam. Mobil itu masuk pukul 15.19 dan keluar sekitar pukul 18.30, menurut sumber.

Mobil meledak di New Delhi India diduga serangan teroris, menewaskan 8 orang

Polisi langsung mendaftarkan kasus menurut undang-undang antiterorisme dan menutup area untuk olah TKP. Sumber polisi mengatakan hasil penyelidikan awal menyebutkan tersangka utama ledakan tersebut diidentifikasi bernama Umar Mohammad — seorang dokter yang diduga melarikan diri dari Faridabad setelah penangkapan dua anggota kunci kelompok teroris JeM. 

"Umar Muhammad, seorang dokter, melarikan diri dari Faridabad setelah mengetahui penangkapan kaki tangannya dari Jaringan Jaish. Umar panik dan memicu ledakan itu," kata sumber tersebut dilansir NDTV, Selasa, 11 November 2025.  

Penyidik menemukan tanda-tanda bahan peledak berbasis amonium nitrat—ANFO (Amonium Nitrate Fuel Oil) — yang diduga digunakan untuk membuat perangkat peledak itu. 

ANFO adalah bahan peledak industri umum yang dibuat dengan mencampurkan amonium nitrat berpori dengan bahan bakar minyak, dan sebelumnya telah digunakan untuk melakukan serangan teror mematikan di Beirut dan Amerika Serikat.

Ledakan di Delhi terjadi beberapa jam setelah timbunan besar amonium nitrat ditemukan dari Faridabad dekat Delhi, memicu kegaduhan di seluruh negeri. Dua orang jaringan Jaish ditangkap terkait penemuan ANFO di Faridabad, yakni Dr. Mujammil Shakeel dan Dr. Adil Rather, beserta barang bukti 2.900 kg bahan peledak.

Sumber resmi dan media melaporkan bahwa tim gabungan Kepolisian Delhi, polisi Jammu, Kashmir dan unit anti-teror kini bekerja bersama untuk mengusut kemungkinan motif aksi terorisme jaringan lintas negara bagian, serta kemungkinan keterkaitan lintas-perbatasan.  Pemerintah pusat dan pejabat tinggi keamanan sudah dimintai laporan penuh atas insiden ini. 

Ahli forensik menyatakan bahwa ledakan amonium nitrat menghasilkan gelombang kejut sangat kuat dan gas berbahaya (termasuk nitrogen oksida), sehingga menambah risiko terhadap korban dan sangat merusak infrastruktur di sekitarnya. 

Tim penjinak bom dan forensik melanjutkan pemeriksaan fragmen, sisa kendaraan, dan bukti elektronik untuk merangkai kronologi peristiwa.  

Kepolisian juga telah meminta saksi dan pemilik kamera CCTV di rute sekitar Red Fort untuk menyerahkan rekaman guna mempercepat identifikasi kronologi pergerakan kendaraan dan aktivitas tersangka sebelum ledakan. 

Hingga laporan ini ditulis, penyelidikan masih berlangsung dan pihak berwenang belum merilis pernyataan akhir mengenai motif resmi atau klaim tanggung jawab oleh kelompok manapun.