Ucapan Paris Pernandes Usai Kalah dari Rudy Golden Boy: Belum Akhir, Bahan Bakar Comeback
Paris Pernandes menyebut kekalahan dari Rudy Golden Boy di HSS Series 6 bukan akhir. Hasil itu jadi bahan bakarnya untuk bangkit lebih kuat.
Duel tinju bertajuk CEO vs CEO tersaji di W Superclub Gatsu, Jakarta, pada Senin (10/11/2025) dini hari WIB.
CEO Holywing Sport Show (HSS), Paris Pernandes, melakoni duel tinju kelas welter 66,6 kilogram melawan Rudy Golden Boy, CEO Baku Hantam.
Duel tinju antara dua pentolan promotor olahraga kombat, Paris Pernandes vs Rudy Golden Boy, berlangsung lima ronde sampai waktu menunjuk pukul 02.00 dini hari WIB.
Tensi tinggi mewarnai pertarungan kedua petinju. Ketika beraksi di atas ring, Paris Pernandes dan Rudy Golden Boy tak hanya bertukar pukulan, tapi juga saling melempar provokasi.
Rudy Golden Boy akhirnya tampil sebagai pemenang usia menang angka atas Paris Pernandes.
"Alhamdulillah tetap bersyukur," tutur Paris Pernandes usai menjalani pertarungan melawan Rudy Golden Boy.
Petarung yang beken dengan jargon "Salam dari Binjai" tersebut tak mau terlalu larut dalam kekalahan dari Rudy Golden Boy. Ia memilih untuk melihat ke depan.
"Hari ini bukan hasil yang kuinginkan, tapi ini belum akhir," ujar Paris Pernandes, sang CEO HSS.
"Kekalahan ini jadi bahan bakar untuk comeback yang lebih kuat. Terima kasih untuk semua sponsor dan orang-orang yang selalu percaya perjalanan belum selesai," kata Paris Pernandes lagi.
Duel Paris Pernandes vs Rudy Golden Boy banyak diwarnai dengan momen ketegangan, bahkan sebelum keduanya naik ring.
Sebelum pertarungan, kedua petarung memanaskan suasana melalui perang kata-kata di media sosial.
Rudy Golden Boy dan skuad Baku Hantam jelang lawan Paris Pernandes.
Panas Sebelum Duel
Rudy Golden Boy sempat menyebut Paris Pernandes sebagai CEO Boneka. Kedua petarung pun saling mempertaruhkan harga diri.
Perjuangan keras ditunjukkan oleh Rudy Golden Boy yang kini sudah berusia 40 tahun, jauh lebih senior dari Paris Pernandes.
Rudy Golden Boy menurunkan berat badannya secara signifikan dalam kurun dua bulan. Dari 77 kg, berat pria asal Tangerang, Banten tersebut menyusut jadi 66,1 kg dalam sesi timbang badan jelang duel melawan Paris Pernandes.
"Kurang lebih punya waktu dua bulan untuk persiapan menuju 9 November. Hasil yang diharapkan jelas yaitu menang. Ini soal harga diri," tutur Rudy yang akhirnya membuktikan sukses mewujudkan ambisinya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.