Fan Bingbing Dipermalukan di Festival Film Internasional Tokyo 2025, Disebut Ada Motif Balas Dendam
Bintang besar Tiongkok Fan Bingbing kembali menjadi sorotan setelah pulang dengan tangan kosong dari Festival Film Internasional Tokyo 2025, meski penampilannya dalam film Mother Bhumi menuai banyak pujian.
Keputusan juri yang mengejutkan ini memicu perdebatan sengit di kalangan publik, bahkan menimbulkan dugaan adanya motif balas dendam pribadi di balik kegagalannya meraih penghargaan. Scroll untuk tahu cerita lengkapnya, yuk!
Menurut laporan QQ, festival resmi berakhir pada 5 November, namun kontroversi mengenai transparansi proses penjurian terus berlanjut. Fan Bingbing masuk nominasi Aktris Terbaik, namun gagal membawa pulang trofi, memicu spekulasi adanya permainan politik di balik layar.
Sebelum acara penghargaan berlangsung, Fan sempat menulis pesan emosional di media sosial.
“Selama tujuh tahun terakhir, saya telah mengatasi tantangan yang tak terhitung jumlahnya. Hidup telah benar-benar membentuk saya menjadi seorang wanita yang kuat. Saya bangga dengan seluruh tim kami karena telah membuat film yang luar biasa. Aku mencintai kalian semua!” tulis Fan, dikutip KBIZoom, Sabtu 8 November 2025.
Namun unggahan itu justru menimbulkan tanda tanya besar. Karena diposting sebelum pemenang diumumkan, banyak netizen menduga Fan sudah mengetahui hasilnya lebih dulu — sebuah indikasi adanya ketegangan internal di antara pihak penyelenggara.
Fan Bingbing diketahui tampil aktif selama festival, menghadiri berbagai acara karpet merah dan sesi pemutaran film untuk mempromosikan Mother Bhumi. Meski demikian, usahanya tak membuahkan hasil. Beberapa laporan bahkan menyebut dua juri asal Tiongkok di festival tersebut, yakni sutradara Wen Yan dan aktris Gui Lunmei, terlibat dalam keputusan yang menjegal kemenangan Fan.
Sumber internal menyebut Wen Yan menentang keras kemenangan Fan Bingbing untuk menghindari tudingan bias, karena Aktor Terbaik tahun ini — Wang Chuanjun — juga berasal dari Tiongkok. Namun rumor yang beredar lebih panas lagi: Wen Yan disebut menyimpan dendam pribadi terhadap Fan.
Kabar ini mengaitkan peristiwa di Festival Film Berlin 2025, di mana Fan Bingbing menjadi salah satu juri dan dikabarkan tidak memberikan penghargaan untuk film Wen Yan berjudul The Girl Who Wants to Fly, yang dibintangi Liu Haocun dan Wen Qi. Ketika posisi berbalik di Tokyo, Wen Yan disebut “membalas” dengan menggagalkan kemenangan Fan Bingbing.
Akibatnya, media Tiongkok ramai berspekulasi bahwa Fan menjadi korban “balas dendam sesama senegara”. Drama ini semakin panas karena muncul pula protes dari aktris Bai Baihe, yang menuduh tim filmnya diperlakukan tidak adil di festival yang sama.
Aktris He Lei pun menambah bara dengan komentar tajam di media sosial.
“Tidak ada penghargaan yang benar-benar adil di dunia ini,” tulisnya, seraya menuding adanya pihak yang “memanipulasi proses penjurian” dan bahwa festival internasional kini “telah kehilangan kemurnian artistiknya.”
Bagi Fan Bingbing, kekalahan ini menjadi pukulan telak dalam upayanya bangkit kembali setelah skandal pajak 2018 yang menghancurkan kariernya di Tiongkok. Sejak saat itu, ia lebih banyak mencari peluang di luar negeri — tampil dalam proyek-proyek di Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Eropa.
Mother Bhumi disebut sebagai comeback besar Fan di dunia perfilman internasional. Namun kenyataan pahit di Tokyo membuat banyak penggemar kecewa. Ironisnya, Fan pernah meraih Aktris Terbaik di festival yang sama pada tahun 2010 lewat film Buddha Mountain. Kini, 15 tahun kemudian, panggung yang dulu mengangkat namanya justru menjadi tempat terbesarnya direndahkan.