Bocoran Dua Aksi Korporasi Besar BRI di Akhir 2025
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat kinerja dan menjaga kepercayaan investor menjelang penutupan tahun 2025. Salah satu fokus utama perseroan adalah rencana pembelian kembali saham atau buyback yang telah mendapatkan restu pemegang saham sejak Maret lalu.
Direktur Finance & Strategy BRI, Viviana Dyah Ayu, menjelaskan bahwa keputusan buyback tersebut sudah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 24 Maret 2025. Dalam rapat tersebut, BRI memperoleh persetujuan untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham selama periode 12 bulan sejak keputusan diambil.
“Pada RUPS tahunan beberapa bulan yang lalu, kami telah memperoleh persetujuan untuk melakukan buyback dalam periode 12 bulan sejak Maret tersebut. Kami memperoleh budget kurang lebih sekitar Rp3 triliun, dan saat ini kami masih memiliki budget sekitar Rp2,5 triliun yang tentunya dapat kami pakai,” ujar Viviana saat konferensi pers laporan kinerja keungan triwulan III-2025 secata daring pada Kamis, 30 Oktober 2025.
Menurutnya, aksi buyback tersebut akan dilaksanakan dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan harga saham BBRI di bursa. Pihaknya menilai saham BRI saat ini masih berada di posisi undervalue sehingga langkah buyback menjadi opsi yang relevan untuk menjaga nilai perusahaan serta meningkatkan kepercayaan investor.
“Sesegera mungkin kalau kita melihat situasi pergerakan harga saham BBRI saat ini, memang kami melihat saham BRI undervalue. Kami mempertimbangkan untuk melakukan hal tersebut. Tentunya kami akan berkoordinasi dengan OJK terkait dengan keterbukaan informasi dan ketentuan yang berlaku,” jelas Viviana.
Selain rencana buyback, Viviana juga memastikan agenda pembagian dividen interim pada awal tahun mendatang. Pembagian dividen tersebut, kata dia, merupakan agenda rutin yang telah menjadi bagian dari kebijakan perusahaan untuk memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham.
“Setiap tahun memang BRI juga membagikan dividen interim. Biasanya dividen interim itu kita bagikan setiap bulan Januari, kemudian nanti final dividennya setelah kita melakukan RUPS tahunan,” katanya.
Ia menambahkan, kebijakan serupa juga akan dilakukan pada tahun 2026. BRI akan membagikan dividen interim pada Januari 2026 dan final dividen setelah pelaksanaan RUPS tahunan.
“Hal itu mungkin juga akan kita lakukan di tahun 2026. Jadi akan ada dividend interim di bulan Januari, dan juga nanti dividend final-nya setelah kita melakukan RUPS tahunan,” kata Viviana.
Dengan dua agenda besar tersebut bentuk komitmen perusahaan bank plat merah dalam menjaga nilai perusahaan sekaligus kepercayaan investor. Selain itu, sejalan komitmen memberikan imbal hasil optimal bagi para pemegang saham di tengah dinamika pasar yang fluktuatif.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama BRI Hery Gunardi, perusahaan membukukan laba sebesar Rp41,2 triliun pada triwulan III-2025. Total aset tumbuh 8,2 persen secara year on year (yoy) menjadi Rp2.123,4 triliun.
Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) menunjukkan peningkatan yang solid, yakni meningkat 8,2 persen secara tahunan menjadi Rp1.474,8 triliun. Sementara dari sisi intermediasi, penyaluran kredit naik 6,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menjadi Rp1.438,1 triliun.