Daftar Penyakit yang Bisa Bikin Calon Jemaah Gagal Berangkat Haji 2026

Kementerian Haji dan Umrah RI menyampaikan daftar penyakit serta kondisi kesehatan yang dinyatakan tidak memenuhi syarat istitha’ah, atau kemampuan fisik dan mental untuk menunaikan ibadah haji tahun 2026.
Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, menjelaskan bahwa ketentuan ini merupakan kebijakan resmi Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, yang diterapkan untuk memperketat aspek kesehatan calon jemaah haji mulai 2026 dan tahun-tahun berikutnya.
"Pemerintah Kerajaan Arab Saudi melalui Kementerian Haji dan Umrah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Arab Saudi telah menetapkan kebijakan terbaru terkait penyakit dan kondisi kesehatan yang dinyatakan tidak memenuhi syarat istitha'ah haji untuk musim haji tahun 2026 Masehi," kata Irfan, dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (5/11/2025), dikutip dari Kompas.com.
Tujuan Penetapan Ketentuan Kesehatan Calon Jemaah Haji
Berdasarkan informasi dari pemerintah Arab Saudi, kata Irfan, penetapan ini diharapkan bisa memastikan jemaah yang berangkat benar-benar mampu menjalankan rangkaian ibadah.
"Penetapan ini bertujuan untuk memastikan bahwa ibadah haji dilaksanakan oleh jemaah yang secara fisik dan mental benar-benar mampu sehingga tidak membahayakan diri sendiri maupun jemaah lain selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci," terangnya.
Irfan pun memastikan pemerintah Indonesia akan memperketat pemeriksaan kesehatan jemaah sejak tahap awal.
"Kebijakan ini adalah langkah preventif demi menjaga keselamatan, kelancaran, dan kekhusyukan ibadah haji bagi seluruh jemaah Indonesia di Tanah Suci," tuturnya.
Daftar Penyakit yang Tak Penuhi Syarat Kesehatan Haji 2026
Menurut Irfan, ada sejumlah penyakit dan kondisi yang dipastikan tidak memenuhi syarat istitha'ah, antara lain:
- Gagal fungsi organ vital, seperti gagal ginjal yang membutuhkan cuci darah rutin, gagal jantung berat, kerusakan hati berat, dan penyakit paru kronis dengan kebutuhan oksigen terus-menerus;
- Penyakit saraf atau gangguan kejiwaan berat yang memengaruhi kesadaran dan aktivitas, termasuk lansia dengan demensia;
- Kehamilan berisiko tinggi, terutama pada trimester ketiga;
- Penyakit menular aktif, seperti tuberkulosis paru terbuka dan demam berdarah;
- Kanker stadium lanjut atau pasien yang sedang menjalani kemoterapi;
- Penyakit jantung koroner dan hipertensi tidak terkontrol;
- Diabetes melitus tidak terkontrol;
- Penyakit autoimun yang tidak terkendali;
- Epilepsi dan stroke;
- Gangguan mental berat.
"Calon jemaah dengan kondisi tersebut dipastikan tidak memenuhi syarat kesehatan atau istitha'ah dan berpotensi tidak lolos pemeriksaan kesehatan di Indonesia maupun ditolak berangkat atau bahkan dipulangkan oleh otoritas Arab Saudi," tukas Irfan.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul ""
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.