PLN Siapkan SPKLU Bergerak untuk Mobil Listrik Saat Libur Nataru
Untuk menghindari terjadinya antrean pengisian daya mobil listrik saat libur Natal dan tahun baru, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan melakukan beberapa inovasi. Salah satunya dengan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) bergerak.
Fasilitas ini akan disiagakan di beberapa lokasi yang diperkirakan bakal terjadi kepadatan. Sehingga diharapkan tidak ada kendaraan listrik kehabisan daya di tengah jalan.
“PLN juga menyiagakan SPKLU bergerak (mobile charging unit) untuk mengantisipasi kondisi darurat di jalan tol atau jalur wisata," ungkap Adi Priyanto Direktur Retail dan Niaga PLN.
Layanan darurat ini dapat diakses melalui call center PLN Mobile, yang akan membantu pengguna kendaraan listrik jika mengalami kendala di perjalanan.

"Kami sudah menyiapkan titik-titik khusus untuk melayani keadaan darurat di jalan tol. Tapi kami mengimbau agar pengguna EV tetap merencanakan perjalanan dengan baik agar tidak kehabisan daya di tengah jalan," jelasnya.
Ia pun mengungkap bahwa saat ini jumlah kendaraan listrik roda empat di Indonesia telah mencapai sekitar 98.000 unit. Angka tersebut diperkirakan meningkat menjadi 130.000 unit pada tahun 2026.
Perkembangan itu pun diikuti oleh percepatan pembangunan SPKLU. Hingga akhir tahun ini, PLN telah mengoperasikan lebih dari 4.400 unit SPKLU, termasuk SPKLU ke-4.401 yang baru saja diresmikan di Rest Area KM 10.6 Jagorawi, Cibubur.
“Kami sudah menghitung rasio kebutuhan SPKLU terhadap jumlah mobil listrik sejak Lebaran 2022," ucap tambahnya.
Dia meyakini dengan jumlah yang ada sekarang, potensi antrean panjang sudah bisa dihindari karena hampir semua rest area utama di Indonesia sudah memiliki SPKLU.

"Kami ingin memastikan masyarakat bisa bepergian dengan nyaman menggunakan kendaraan listrik, sekaligus berkontribusi pada pengurangan emisi dan keberlanjutan energi bersih di Indonesia," kata Adi.
Dengan berbagai kesiapan tersebut PLN optimis libur Natal 2025 dan tahun baru 2026 akan menjadi momentum penting dalam menunjukkan kesiapan ekosistem kendaraan listrik nasional.