Top 7+ Fakta Program MBG di Bandung Barat Lumpuh karena Dana Rp 1 Miliar Raib

penipuan digital, Makan Bergizi Gratis, bandung barat, kasus penipuan online, makan bergizi gratis, Program MBG, dana Rp 1 miliar hilang, dana MBG Rp 1 miliar hilang, pekerja dapur dirumahkan, 7 Fakta Program MBG di Bandung Barat Lumpuh karena Dana Rp 1 Miliar Raib, 1. Dana Rp 1 Miliar Raib karena Dugaan Phishing, 2. Saldo Habis, Tersisa Rp 12 Juta, 3. Peringatan Pegawai Tak Diindahkan, 4. Baru 10 Hari Beroperasi, Layani 3.500 Penerima Manfaat, 5. Ada 53 Pekerja Dapur Dirumahkan, 6. Cerita Pekerja yang Kehilangan Penghasilan, 7. Kasus Dilaporkan ke Bareskrim Polri

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pangauban di Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, mendadak berhenti total.

Pasalnya, dana operasional lembaga tersebut sebesar Rp 1 miliar raib setelah diduga menjadi korban penipuan digital atau phishing yang menjerat kepala SPPG saat mengakses aplikasi perbankan milik bank BUMN.

Akibat kejadian itu, aktivitas dapur yang biasanya menyiapkan ribuan porsi makanan bergizi untuk siswa SD hingga SMA di Batujajar kini lumpuh.

Sebanyak 53 pekerja dapur terpaksa dirumahkan sementara, dan ribuan penerima manfaat kehilangan jatah makan harian.

Berikut 7 fakta lengkap di balik hilangnya dana Rp 1 miliar dan terhentinya program makan bergizi di Batujajar:

1. Dana Rp 1 Miliar Raib karena Dugaan Phishing

Kejadian bermula pada Kamis (31/10/2025) saat Kepala SPPG Pangauban berinisial MC menerima notifikasi dari aplikasi perbankan yang meminta pergantian kata sandi (password).

Tanpa curiga, MC menindaklanjuti pesan tersebut dan menghubungi layanan chat yang ia yakini merupakan situs resmi bank.

Dalam percakapan itu, seseorang yang mengaku petugas bank mengirimkan tautan penggantian kata sandi dan meminta data penting rekening lembaga. MC pun mengikuti instruksi tanpa melakukan verifikasi lebih lanjut.

Tak lama setelahnya, rekening SPPG terkuras habis.

“Benar kejadiannya seperti itu. Jadi kami tidak bisa beroperasi karena dana yang ada terkuras oleh penipu. Jelas ini kelalaian dari Kepala SPPG,” ujar Pemilik SPPG Pangauban, Hendrik Irawan, saat dikonfirmasi, Senin (3/11/2025).

2. Saldo Habis, Tersisa Rp 12 Juta

Usai transaksi mencurigakan, nomor pihak yang mengaku petugas bank tak bisa dihubungi lagi.

Ketika MC memeriksa saldo, dana Rp 1 miliar di rekening telah raib, dan hanya tersisa Rp 12 juta.

Padahal, dana tersebut merupakan modal utama operasional program Makan Bergizi Gratis yang baru berjalan sekitar 10 hari.

“Harusnya hari ini kami belanja bahan makanan, tapi karena dana habis terkuras, kami tidak bisa melanjutkan kegiatan,” tutur Hendrik.

3. Peringatan Pegawai Tak Diindahkan

Menurut Hendrik, sejumlah pegawai sudah mengingatkan MC agar berhati-hati terhadap telepon dan pesan mencurigakan yang meminta data rahasia perbankan.

Namun, peringatan itu tak diindahkan.

Akibat kelalaian tersebut, seluruh kegiatan dapur berhenti dan ribuan siswa penerima manfaat tidak mendapat pasokan makanan bergizi.

4. Baru 10 Hari Beroperasi, Layani 3.500 Penerima Manfaat

Sebelum insiden terjadi, dapur SPPG Pangauban sudah menyalurkan 3.500 porsi makanan bergizi gratis ke delapan sekolah di Batujajar, mulai dari SDN Cibodas hingga SMK Kespam.

Program ini menjadi bagian dari inisiatif pemerintah pusat dan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meningkatkan asupan gizi anak sekolah.

5. Ada 53 Pekerja Dapur Dirumahkan

Akibat hilangnya dana Rp 1 miliar, sedikitnya 53 pekerja dapur MBG harus dirumahkan sementara waktu.

Mayoritas pekerja merupakan ibu rumah tangga warga sekitar Desa Pangauban.

“Pegawai yang biasanya semangat bekerja setiap hari kini tidak bisa kerja karena musibah ini. Buat penerima manfaat juga, kami mohon maaf. Saya pribadi merasa sedih,” kata Hendrik.

6. Cerita Pekerja yang Kehilangan Penghasilan

Deru wajan besar dan aroma masakan bergizi kini lenyap dari dapur SPPG Pangauban.

Meli (39), salah satu pekerja dapur yang juga Ketua RW 08 Desa Pangauban, mengaku kehilangan sumber penghasilan harian sejak dapur berhenti beroperasi.

“Alhamdulillah, program MBG ini sangat membantu ibu-ibu di sini. Sekarang kami kehilangan penghasilan. Saya biasa dapat Rp 130 ribu per hari, dibayar mingguan,” ujarnya, Selasa (4/11/2025).

Meli mengatakan, pimpinan meminta para pekerja bersabar karena saat ini operasional dapur dihentikan sementara selama tiga bulan untuk pemulihan keuangan.

“Mudah-mudahan cepat selesai karena kegiatan ini membantu ekonomi warga,” tambahnya.

7. Kasus Dilaporkan ke Bareskrim Polri

Pemilik SPPG, Hendrik Irawan, menyebut pihaknya sudah melapor ke Badan Gizi Nasional (BGN) dan diarahkan untuk menindaklanjutinya ke Bareskrim Polri.

“Sudah lapor juga ke BGN dan hari ini saya masih di Bareskrim Polri. Mudah-mudahan bisa segera ada solusi buat permasalahan ini,” ungkap Hendrik.

Polisi kini tengah menelusuri jejak digital transaksi mencurigakan dan pihak-pihak yang diduga terlibat dalam penipuan digital atau phishing yang menyebabkan hilangnya dana Rp 1 miliar tersebut.

Hendrik berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi seluruh satuan pemenuhan gizi di Indonesia agar lebih berhati-hati dalam mengakses sistem keuangan daring.

“Kami hanya ingin dana kembali agar bisa segera beroperasi lagi. Banyak anak-anak yang menunggu jatah makan dari dapur ini,” kata Hendrik.

Sementara itu, warga Batujajar berharap program makan bergizi gratis bisa segera pulih agar dapur kembali hidup, para pekerja bisa kembali bekerja, dan ribuan anak sekolah tidak kehilangan hak atas makanan bergizi.

Sebagian Artikel Telah Tayang di Kompas.com dengan

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.