Genetik Vs Lingkungan, Mana yang Lebih Berperan dalam Membentuk Anak CIBI?

Anak CIBI, cerdas istimewa berbakat istimewa, anak cibi adalah, Genetik Vs Lingkungan, Mana yang Lebih Berperan dalam Membentuk Anak CIBI?

Apakah anak CIBI, yang punya tingkat kecerdasan di atas rata-rata, dibentuk oleh genetik dan lingkungan? Jika ya, sejauh mana peran genetik dan lingkungan dalam pembentukan tersebut?

“Kecerdasan, yang menjadi salah satu faktor penting dalam CIBI, dua-duanya berpengaruh. Genetik iya, lingkungan juga iya,” tutur psikolog pendidikan yang berpraktik mandiri, Gretta Ludwina, M.Psi., saat dihubungi Kompas.com pada Sabtu (1/11/2025).

Untuk diketahui, anak CIBI (Cerdas Istimewa, Berbakat Istimewa) memiliki IQ minimal 130, dengan bakat yang melebihi rata-rata, berkomitmen tinggi, dan punya kreativitas tinggi. 

Simak penjelasan Gretta terkait pembentukan anak CIBI selengkapnya. 

Bagaimana faktor lingkungan membentuk anak CIBI?

Selain genetik, lingkungan bisa pengaruhi anak CIBI

Anak CIBI, cerdas istimewa berbakat istimewa, anak cibi adalah, Genetik Vs Lingkungan, Mana yang Lebih Berperan dalam Membentuk Anak CIBI?

Faktor genetik dan lingkungan berperan dalam membentuk anak CIBI atau anak berkemampuan di atas rata-rata. Namun, sejauh apa?

Kecerdasan anak dipengaruhi oleh genetik yang menurun dari ayah dan ibunya. Hal ini khususnya anak yang lahir dari ayah atau ibu, atau ayah dan ibu, yang dulunya juga CIBI.

Sementara itu, faktor lingkungan mengacu pada bagaimana orangtua dan orang dewasa di sekitar anak, misalnya guru, menstimulasi anak di rumah dan di sekolah.

“Kemudian nutrisi yang diberikan seperti apa, sumber daya belajar yang ada, ikut les kah? Jadi, memang segala faktor yang berkaitan dengan belajar,” kata Gretta.

Bahkan, beberapa penelitian menyebutkan, tingkat pendidikan orangtua juga dapat memengaruhi bagaimana mereka menstimulasi anak.

“Tapi sejauh mana (faktor lingkungan memengaruhi), memang masih diperdebatkan. Karena ada juga misalnya secara genetik, anak kembar pun bisa memiliki kemampuan yang berbeda,” ucap Gretta.

“Walaupun pada umumnya faktor genetiknya cukup besar, tapi di saat yang bersamaan juga kalau diberikan stimulasi yang berbeda, hasilnya juga mungkin berbeda,” sambung dia.

Sama halnya dengan anak-anak yang dibesarkan di lingkungan yang sama, tapi cara mereka menavigasikan dunia pun bisa berbeda karena ada faktor genetik.

Dengan kata lain, faktor genetik dan lingkungan berperan dalam membentuk anak CIBI. Namun, seberapa besar pengaruh dari masing-masing faktor belum secara pasti diketahui.

“Tapi, tidak bisa dipungkiri bahwa dua-duanya, baik genetik maupun lingkungan, ada kontribusinya dalam membentuk anak CIBI,” ujar Gretta.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.