Transaksi BRImo Meledak saat Momen Gajian, Jadi Pengerek Kinerja Keuangan BRI Hingga Akhir Tahun

BRImo
BRImo

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) melaporkan kinerj keuangan solid pada sembilan bulan pertama tahun 2025. Manajemen perseroan optimistis performa keuangan diproyeksi tetap kuat hingga akhir tahun seiring dengan sinyal positif dari pertumbuhan dana murah, kredit produktif, hingga penguatan fondasi bisnis.

Wakil Direktur Utama BRI, Agus Noorsanto, menuturkan kinerja perseroan masih berada di jalur yang sesuai dengan target yang telah ditetapkan dalam rencana kerja perusahaan. Laba pada kuartal III-2025 membukukan nominal Rp 41,2 triliun sejalan melonjaknya total aset sebesar 8,2 persen secara year on year (yoy) menjadi Rp2.123,4 triliun.

“Kita harapkan ini bisa tetap on the track terhadap target yang sudah kita tetapkan sebelumnya. Kami proyeksikan kinerja positif ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun," ungkap Agus saat konferensi pers laporan kinerja keungan triwulan III-2025 secata daring pada Kamis, 30 Oktober 2025.

Agus menjelaskan, perseroan fokus memperkuat fundamental bisnis dengan menjaga portofolio kredit yang sehat dan terus meningkatkan porsi dana murah (CASA). Ia menuturkan, pertumbuhan CASA BRI terus mengarah mendekati level 70 persen di mana saat ini sudah berada di level 67,6 persen hingga kuartal III-2025.

Direktur Bisnis Wholesale dan Kelembagaan BRI, Agus Noorsanto

“Kami optimistis bisa menjaga pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan,” tambahnya.

Di sisi penyaluran kredit, Agus menyebutkan BRI menargetkan pertumbuhan di kisaran 7–9 persen hingga akhir tahun. Sepanjang sembilan bulan, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 8,2 persen secara tahunan menjadi Rp1.474,8 triliun seiring naiknya penyaluran kredit sebesar 6,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menjadi Rp1.438,1 triliun.

Selain memperkuat kinerja keuangan, BRI juga tetap berperan aktif dalam mendorong ekonomi kerakyatan melalui berbagai program pembiayaan, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), MBG, kredit rumah murah, KDMP, serta bantuan langsung tunai bagi masyarakat.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan seluruh arah bisnis perseroan dijalankan sesuai dengan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) yang telah disetujui oleh regulator dan pemegang saham. RKAP inilh yang menjadi navigasi bagi perseroan untuk memenuhi 'janji' kepada pemegang saham dan regulator.

Hery menuturkan, salah satu sinyal positif kinerja perseroan akana terus berlanju hingga akhir tahun adalah lonjakan transaksi digital, terutama melalui aplikasi BRImo. Hingga minggu ketiga Oktober 2025, volume transaksi BRImo tercatat melonjak dari Rp14 triliun pada Maret 2025 menjadi Rp22 triliun bahkan sempat tembus Rp25 triliun per hari pada tanggal gajian.

“Dengan meningkatnya volume transaksi dan penggunaan infrastruktur digital BRI, dana pihak ketiga terutama dana murah juga ikut tumbuh,” ungkap Hery.

Selain itu, BRI juga tengah memperkuat bisnis mikro, perseroan melakukan perbaikan proses bisnis dan menerapkan sistem productivity management di unit-unit kerja seluruh Indonesia. Sedangkan di lini konsumer, produk seperti Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) mulai menunjukkan tren pemulihan.

Hery menambahkan, BRI juga melakukan restrukturisasi organisasi regional dengan membentuk unit baru bernama kantor area untuk memperkuat kontrol dan efisiensi kerja di wilayah operasional.

“Dengan span of control yang lebih efisien, produktivitas meningkat dan bisnis lebih optimal. Ujungnya, kami bisa deliver apa yang sudah kami janjikan kepada pemegang saham dan regulator,” tutup Hery.

Dengan sederet sinyal positif tersebut, BRI menatap sisa 2025 dengan keyakinan tinggi bahwa kinerja keuangan akan tetap kokoh dan berkelanjutan.