Bahlil Lahadalia Siap Pakai Maung Mobil Dinas, Tidak Peduli Warna
Pembahasan mobil nasional masih menjadi perbincangan hangat. Salah satu produk yang digadang-gadang adalah Pindad Maung.
Para menteri Presiden Prabowo Subianto pun mengaku siap menggunakan kendaraan roda empat tersebut sebagai mobil dinas.
“Kalau Mensesneg besok kasih mobil dinas, saya langsung pakai. Saya tidak penting warnanya apa, terpenting mereknya Maung,” ungkap Bahlil Lahadalia, Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) di YouTube Kementerian Sekretariat Negara, Selasa (28/10).
Lebih jauh Bahlil mengaku akan sangat senang menggunakan Pindad Maung untuk keperluan dinas selama jadi pembantu Presiden Prabowo.

Apalagi sebelumnya ia sempat memakai mobil tersebut saat perayaan HUT ESDM beberapa waktu lalu. Bahlil mengaku merasa gagah ketika menunggangi Maung.
Sehingga Bahlil Lahadalia ingin mengandalkan Pindad Maung sebagai mobil dinas selama menjabat sebagai Menteri ESDM.
“Kita harus bangga pada produk dalam negeri kita. Kita harus bangga pada perusahaan-perusahaan dalam negeri kita,” pungkas Bahlil.
Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto berencana melahirkan mobil nasional. Orang nomor satu di Indonesia itu ingin mewujudkannya pada tiga tahun mendatang.
Ia bahkan mengungkap bahwa pemerintah telah menyiapkan alokasi dana dan lahan untuk pembangunan pabrik yang akan memproduksi kendaraan dalam negeri.
"Jadi sekarang pejabat, perwira kita tidak pakai jip buatan negara lain tetapi menggunakan kendaraan buatan Indonesia," kata Presiden dalam kesempatan terpisah.
Presiden Prabowo juga menyampaikan agar penggunaan kendaraan tersebut diterapkan secara luas di lingkungan pemerintahan dan militer.
"Sebentar lagi saudara-saudara harus pakai Maung semua, saya enggak mau tahu. Mobil bagus pakai kalau libur saja," tegas Prabowo.
Jadi Proyek Strategis Nasional
Di sisi lain Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian mengusulkan untuk menjadikan program mobil nasional untuk ditetapkan sebagai proyek strategis nasional (PSN).
Bila hal tersebut bisa terjadi maka cita-cita memiliki kendaraan roda empat dengan brand nasional bakal menjadi lebih pasti.

Sehingga di masa depan, bukan tidak mungkin jalanan di Indonesia bakal dikuasai mobil nasional.
"Kami tentu mendukung dan kami sudah mengusulkan program mobil nasional jadi PSN. Kalau sudah maka semua akan disiapkan,” ucap Agus.
Ia pun menjelaskan bahwa bila menjadikan mobil nasional sebagai PSN maka proyek bisa berjalan lebih cepat dibanding sebelumnya.