Program BBM B40 Berhasil Hemat APBN Rp 93,43 Triliun
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkap realisasi program campuran bahan bakar biodiesel sebanyak 40 persen atau B40 sudah mencapai 10,57 juta KL pada Januari hingga September 2025.
Pencapaian ini membuat negara berhasil menghemat devisa sebesar Rp 93,43 triliun. Pasalnya Indonesia berhasil menurunkan jumlah impor BBM dengan cukup signifikan.
"Selain menghemat devisa hingga mencapai Rp93,43 triliun, mandatori program ini mampu menyerap lebih dari 1,3 juta tenaga kerja serta menurunkan emisi karbon hingga 28 juta ton," terang Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM dilansir Antara (23/10)
Tak hanya menghemat devisa melalui pengurangan impor solar, Bahlil juga menyampaikan bahwa realisasi program B40 disertai dengan peningkatan nilai tambah minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) hingga Rp 14,7 triliun.

“Program transisi energi ini membuka lapangan kerja baru. Dari kebun sawit rakyat hingga tangki kendaraan bermotor, rantai nilai biodiesel telah menjadi bukti Indonesia mampu menciptakan ekosistem energi yang mandiri,” tegas Bahlil.
Perlu diketahui bahwa program mandatori B40 diatur di Keputusan Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) No. 341.K/EK.01/MEM.E/2024.
Kebijakan tersebut mengatur soal pemanfaatan bahan bakar nabati jenis biodiesel sebagai campuran BBM jenis minyak solar dalam rangka pembiayaan oleh badan pengelola dana perkebunan kelapa sawit sebesar 40 persen.
Sebagai informasu, B40 adalah campuran bahan bakar nabati berbasis CPO atau sawit yakni FAME (Fatty Acid Methyl Esters) 40 persen dan BBM jenis solar 60 solar.
Pemerintah sudah menjalan program sejak 1 Januari 2025. Langkah ini sempat menimbulkan pertanyaan terkait kendaraan yang bisa menggunakan bahan bakar campuran.

Meski demikian sejumlah pabrikan otomotif justru mengapresiasi langkah pemerintah. Salah satunya adalah Toyota yang mengaku bahwa produk-produk mereka memang dirancang untuk dapat menggunakan biodiesel.
Bahkan mereka menegaskan bahwa penggunaan bahan bakar alternatif merupakan salah satu bagian dari komitmen multi pathway Toyota. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir untuk hal tersebut.