Israel Gempur Rafah saat Gencatan Senjata, Tuding Hamas Langgar Kesepakatan
Militer Israel melancarkan serangan udara ke wilayah Rafah, bagian selatan Gaza, di tengah kesepakatan gencatan senjata yang sedang berlangsung.
Media publik Israel, Kan, melaporkan bahwa Angkatan Udara Israel menyerang target wilayah Rafah, dengan dalih Israel melanggar kesepakatan gencatan senjata.
Channel 12 mengklaim serangan itu terjadi setelah kendaraan militer Israel menjadi sasaran para pejuang Hamas. Hamas menyerang pasukan Israel di Rafah dengan granat berpeluncur roket dan tembakan penembak jitu.
Insiden tersebut dilaporkan terjadi di luar garis kuning, batas penarikan awal Israel yang digariskan dalam perjanjian gencatan senjata.
Hal itu yang mendorong Israel melakukan serangan di daerah tersebut, setelah hanya sembilan hari gencatan senjata dimulai. Belum ada tanggapan dari Israel maupun Hamas dari insiden tersebut.
Namun demikian, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan mengadakan konsultasi keamanan pada Minggu pagi, termasuk dengan menteri pertahanan dan panglima militer.
Sebelumnya, pasukan zionis Israel juga menghancurkan kendaraan sipil di dekat Gaza City sehingga menewaskan belasan warga sipil dari satu keluarga.
Juru bicara badan Pertahanan Sipil Palestina, Mahmoud Basal, menyampaikan pada Jumat (17/10) malam bahwa kendaraan tersebut membawa 11 orang dari keluarga Shaaban, termasuk 7 anak-anak dan 2 wanita, dan ditembak setelah melewati "garis kuning" di wilayah Al-Zeitoun di dekat Gaza City.
Ia menyatakan bahwa serangan tersebut dilakukan tanpa peringatan apapun.
"Padahal, masih memungkinkan untuk memperingatkan atau menangani mereka dengan cara-cara yang tidak akan menyebabkan kematian," kata Basal.
"Apa yang terjadi kali ini benar-benar memastikan bahwa pasukan penjajah masih haus darah dan bertekad melanjutkan kejahatan mereka terhadap warga sipil yang tak bersalah," ucap juru bicara badan Palestina itu.
"Garis kuning" adalah garis demarkasi tak resmi yang memisahkan wilayah yang masih diduduki pasukan Zionis Israel dengan wilayah yang dapat ditempati oleh warga sipil Palestina seusai gencatan senjata terwujud di Jalur Gaza.
Kesepakatan gencatan senjata antara Hamas dan Israel yang tercapai dengan mediasi regional dan internasional serta berlaku mulai 10 Oktober lalu menetapkan bahwa pasukan Israel akan mundur secara berangsur dari sejumlah wilayah Gaza ke posisi baru di belakang "garis kuning".
Agresi Zionis Israel ke Jalur Gaza yang berlangsung sejak 7 Oktober 2023 dan baru berhenti bulan ini telah menewaskan hampir 68.000 warga Palestina di Jalur Gaza, dengan sebagian besar dari mereka adalah wanita dan anak-anak.
Serangan pasukan Zionis ke Gaza juga mengakibatkan wilayah kantong Palestina tersebut sangat tak layak huni.