Kisah Marcel Desailly Dimanja oleh AC Milan Era Silvio Berlusconi

Serie A, Silvio Berlusconi, Liga Italia, Marcel Desailly, AC Milan, Kisah Marcel Desailly Dimanja oleh AC Milan Era Silvio Berlusconi

Legenda AC Milan dan timnas Perancis, Marcel Desailly,  kilas balik pengalamannya di Italia bersama AC Milan.

Menurutnya, bermain di AC Milan menjadi kesempatan sempurna bagi kariernya. Ia merasa kehidupannya sangat cocok di dalam dan luar lapangan di Liga Italia.

Marcel Desailly bermain selama lima tahun di AC Milan sejak pindah dari Marseille pada 1993. 

Kedatangannya terbukti menjadi pilar penting bagi lini tengah dan pertahanan skuad asuhan Fabio Capello.

Dampak Desailly terasa seketika. Pada akhir musim pertamanya, ia membantu Rossoneri milik Silvio Berlusconi meraih gelar ganda, juara Serie A dan Liga Champions.

Dalam final Liga Champions 1994 di Athena melawan Barcelona asuhan Johan Cruijff, Desailly bahkan mencetak gol penutup kemenangan legendaris 4-0.

Ia menjadi pemain pertama yang memenangkan Piala/Liga Champions dalam dua musim berturut-turut dengan dua klub berbeda setelah menjadi juara bersama Marseille musim sebelumnya.

Desailly mengutarakan alasan dirinya bisa langsung berdampak bagi Milan pada musim pertamanya.

"Secara organisasi, Berlusconi melakukan segalanya kepada para pemain hingga titik kami sampai merasa bersalah," tuturnya dalam wawancara di L'Ultimo Uomo.

"Dia memberi kami semua yang kami minta."

"Misalnya, Milan selalu menyiapkan mobil bagi kami. Selalu ada orang yang senantaiasa tersedia bagi kami 24 jam dan 7 hari seminggu."

Serie A, Silvio Berlusconi, Liga Italia, Marcel Desailly, AC Milan, Kisah Marcel Desailly Dimanja oleh AC Milan Era Silvio Berlusconi

Legenda AC Milan, Marcel Desailly (kanan), berebut bola dengan legenda Arsenal, Kanu, dalam pertandingan amal antara legenda Arsenal dan Milan Glorie di Stadion Emirates, London, 3 September 2016.

"Jika kami punya masalah, misalnya dengan anak kami, selalu ada yang siap membantu."

"Jika kami tak suka handuk di rumah, ada yang selalu siap membantu untuk menggantinya."

"Dewasa ini mungkin hal-hal seperti itu sudah biasa dan nomral. Namun, jaman dahulu itu merupakan hal baru."

Cocok Secara Taktik di Milan

Selain di luar lapangan, Desailly juga merasakan bagaimana ia sangat cocok dengan cara bermain AC Milan.

"Ketika saya tiba di Milan, entah mengapa semuanya terasa pas — seolah bintang-bintang sedang sejajar," ujarnya.

"Secara taktik, saya benar-benar cocok dengan tim AC Milan pada masa itu. Dalam formasi 4-4-2 yang agresif, saya sangat sesuai, terutama ketika bermain bersama (Demetrio) Albertini atau Zvonimir Boban, walau lebih jarang."

"Milan dan Serie A memberi saya segala yang diperlukan untuk jadi salah satu gelandang terbaik di dunia walau ketika itu saya merasa sebagai seorang bek."

"AC Milan ketika itu banyak bereksperimen dengan taktik dan karena itu saya bisa mengambil pengalaman di level tertinggi. Serie A adalah liga terbaik di dunia ketika itu dan karena itu saya sangat bangga."

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.