Buntut Program Trans7 Dinilai Hina Kiai, Santri Geruduk Transmart Jember dan Trans Studio Bandung
Gelombang protes terhadap program Xpose Uncensored Trans7 terus meluas. Setelah menuai kecaman di media sosial, sejumlah santri dan masyarakat menggelar aksi di berbagai daerah sebagai bentuk protes atas tayangan yang dinilai melecehkan kiai dan kehidupan pesantren, khususnya Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo, Kediri, Jawa Timur.
Bukan cuma geruduk kantor Trans7 di Tendean, Jakarta, tapi Transmart dan Trans Studio ikut kena imbasnya. Dikutip dari akun Instagram @jember24jam, puluhan massa aksi turun ke jalan di depan Transmart Jember pada Kamis, 16 Oktober 2025. Mereka membawa bendera berwarna hijau dan melakukan orasi menuntut pertanggungjawaban atas tayangan Xpose Uncensored yang dianggap menyinggung KH Anwar Manshur, pengasuh Ponpes Lirboyo.
Aksi serupa juga terjadi di Bandung. Dilansir akun Instagram @nowdots, puluhan santri menggelar demonstrasi di depan Trans Studio Mall Bandung. Meski sempat menyita perhatian pengunjung, situasi di lokasi dilaporkan tetap kondusif di bawah pengamanan aparat kepolisian.
Sejumlah warganet menyoroti aksi di Bandung karena lokasi tersebut bukan bagian langsung dari manajemen Trans7. Namun para peserta aksi menyebut, langkah itu merupakan simbol protes terhadap seluruh jaringan usaha yang berada di bawah naungan Trans Corp.
Sebelumnya diberitakan, program Xpose Uncensored Trans7 yang tayang pada 13 Oktober 2025 menjadi sorotan setelah menayangkan segmen berjudul “Santrinya Minum Susu Aja Kudu Jongkok, Emang Gini Kehidupan Pondok?”. Tayangan berdurasi sekitar satu menit itu memuat narasi yang menyinggung tradisi penghormatan santri kepada kiai.
Dalam narasi tersebut, pembawa acara menyebut kiai hidup mewah karena menerima amplop dari umat dan menampilkan visual santri yang duduk sambil ngesot mencium tangan kiai. Potongan itu memicu kemarahan publik karena dinilai menimbulkan kesan negatif terhadap pesantren dan ajaran adab santri.
Sejak tayangan tersebut beredar luas di media sosial, tagar #BoikotTRANS7 langsung menjadi trending di platform X. Kalangan santri, alumni pesantren, hingga tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama ramai mengecam isi tayangan yang dinilai tidak proporsional dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik terhadap kehidupan pesantren.
Trans7 Akui Keteledoran dan Minta Maaf
Setelah mendapat gelombang kritik, pihak Trans7 akhirnya menyampaikan permohonan maaf terbuka melalui unggahan di media sosial resmi mereka.
“Assalamualaikum Wr.Wb, Sehubungan dengan tayangan/pemberitaan mengenai Pondok Pesantren Lirboyo yang telah ditayangkan di program ‘Xpose Uncensored’ TRANS7 pada tanggal 13 Oktober 2025, kami telah melakukan review dan tindakan-tindakan atas keteledoran yang kurang teliti sehingga merugikan Keluarga Besar PP. Lirboyo,” tulis pernyataan resmi Trans7.
Dalam pernyataan tersebut, Trans7 juga menegaskan telah menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Gus Adib, salah satu putra KH Anwar Manshur. “Dan TRANS7 akan menyampaikan surat permohonan maaf secara resmi pada Selasa pagi ini,” lanjut keterangan tersebut.
Pihak Trans7 Datangi Ponpes Lirboyo
Sebagai bentuk tanggung jawab, pihak Trans7 juga mengunjungi Ponpes Lirboyo di Kediri, Jawa Timur, pada Rabu, 15 Oktober 2025. Rombongan dipimpin oleh Direktur Produksi Trans7 Andi Chairil dan didampingi mantan Ketua Dewan Pers, Prof M. Nuh.
Kedatangan mereka diterima oleh sejumlah pengasuh pesantren, meski KH Anwar Manshur tidak hadir dalam pertemuan tersebut. Pertemuan berlangsung di gedung yayasan Ponpes Lirboyo dan menjadi momentum bagi Trans7 untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung.
Langkah itu dilakukan di tengah tekanan publik yang meminta agar pihak televisi melakukan evaluasi serius terhadap konten program yang berpotensi menyinggung nilai-nilai keagamaan.