Peringatan Hari Pangan Sedunia 2025: Ajak Kolaborasi untuk Pangan yang Lebih Baik
- Tema Hari Pangan Sedunia 2025
- Empat Pesan Utama dalam Tema Hari Pangan Sedunia 2025
- Bergandengan Tangan: Kolaborasi Antar Negara untuk Ketahanan Pangan Global
- Krisis Pangan Global: Tantangan yang Belum Tuntas
- Upaya Indonesia dalam Memperkuat Ketahanan Pangan Nasional
- Pentingnya Peran Konsumen dalam Mengatasi Ketimpangan Pangan
- Refleksi dan Harapan Hari Pangan Sedunia 2025
- Sejarah Hari Pangan Sedunia
- Tujuan Peringatan Hari Pangan Sedunia
Setiap tanggal 16 Oktober, dunia memperingati Hari Pangan Sedunia (World Food Day) sebagai bentuk pengakuan terhadap pentingnya pangan dan upaya global untuk meningkatkan ketahanan gizi serta mengatasi krisis pangan.
Peringatan ini bertepatan dengan berdirinya Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) yang didirikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 1945.
Hari Pangan Sedunia menjadi momen penting untuk memperkuat kesadaran global tentang masalah kelaparan, malnutrisi, dan ketimpangan akses pangan yang masih menjadi tantangan besar bagi banyak negara.
Setiap tahun, tema yang diangkat bertujuan untuk mengajak kolaborasi antarnegara dan sektor untuk memperbaiki sistem pangan global.
Tema Hari Pangan Sedunia 2025
Dilansir dari RRI, Tema Hari Pangan Sedunia 2025 adalah Hand in Hand for Better Food and a Better Future atau Bergandengan Tangan untuk Pangan yang Lebih Baik dan Masa Depan yang Lebih Baik.
Tema ini menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk menciptakan sistem pangan berkelanjutan yang dapat menjamin ketersediaan pangan sehat dan bergizi bagi seluruh lapisan masyarakat.
Tahun ini juga menandai usia ke-80 FAO sejak didirikan pada 16 Oktober 1945 di Quebec, Kanada.
Dalam perjalanannya selama delapan dekade, FAO telah berkomitmen untuk mengatasi kelaparan, malnutrisi, dan ketidaksetaraan dalam akses pangan di seluruh dunia.
Empat Pesan Utama dalam Tema Hari Pangan Sedunia 2025
Dilansir dari Antara, tema tahun ini mengandung empat pesan penting terkait dengan pencapaian ketahanan pangan:
1. Kerja Sama Global sebagai Kunci
Upaya mengatasi kelaparan dan ketahanan pangan memerlukan kolaborasi global yang melibatkan pemerintah, sektor swasta, masyarakat sipil, akademisi, dan lembaga internasional.
2. Pembangunan Sistem Pangan Berkelanjutan
Membangun sistem pangan yang dapat memastikan ketersediaan pangan yang aman, bergizi, dan berkelanjutan harus menjadi prioritas.
3. Hak Akses Pangan yang Sehat dan Bergizi
Setiap individu berhak mendapatkan akses terhadap pangan sehat dan bergizi, yang merupakan fondasi bagi kualitas hidup.
4. Komitmen Dunia dalam Melawan Kelaparan
Peringatan 80 tahun FAO menjadi simbol konsistensi dan komitmen dunia untuk mengatasi kelaparan dan malnutrisi.
Bergandengan Tangan: Kolaborasi Antar Negara untuk Ketahanan Pangan Global
Istilah "Bergandengan Tangan" mencerminkan pentingnya kolaborasi untuk mencapai tujuan bersama dalam pemenuhan pangan yang berkelanjutan dan merata.
Dalam konteks ketahanan pangan, kolaborasi ini melibatkan sinergi antara pemerintah, sektor swasta, masyarakat, dan lembaga internasional untuk memastikan akses pangan yang adil dan merata bagi semua.
Namun, kolaborasi tersebut menghadapi berbagai tantangan. Koordinasi antar negara, perbedaan prioritas kebijakan, ketimpangan sumber daya, serta dampak perubahan iklim dan bencana menjadi isu yang perlu dikelola bersama untuk mencapai ketahanan pangan yang efektif.
Krisis Pangan Global: Tantangan yang Belum Tuntas
Laporan The State of Food Security and Nutrition in the World 2024 yang dirilis FAO menyebutkan bahwa sekitar 735 juta orang masih hidup dalam kondisi kelaparan kronis, sementara lebih dari 2 miliar orang mengalami kekurangan gizi mikro.
Krisis pangan global diperburuk oleh faktor-faktor seperti perubahan iklim, konflik geopolitik, pandemi, dan krisis ekonomi global yang meningkatkan kerentanannya.
Di banyak negara berkembang, ketergantungan pada impor bahan pangan semakin memperburuk situasi, dengan harga pangan yang semakin fluktuatif dan gangguan pada rantai pasok pangan.
Upaya Indonesia dalam Memperkuat Ketahanan Pangan Nasional
Sebagai negara agraris, Indonesia terus melakukan berbagai inovasi untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Beberapa upaya tersebut termasuk:
Pengembangan Sistem Akuaponik
Menggabungkan akuakultur dan hidroponik, sistem ini menghemat air hingga 90 persen dan meningkatkan produktivitas lahan.
Program Food Estate
Program ini bertujuan untuk memperluas lahan pertanian berskala besar guna mengurangi ketergantungan pada impor, dengan target perluasan area tanam hingga 4 juta hektare pada 2029.
Modernisasi Pertanian
Melalui pemanfaatan teknologi digital, mekanisasi, dan inovasi pangan terpadu, Indonesia berupaya meningkatkan efisiensi pertanian.
Pembangunan Infrastruktur
Pemerintah juga membangun infrastruktur pendukung seperti irigasi, jalan desa, jaringan listrik, dan internet untuk memperkuat produksi pangan di pedesaan.
Pentingnya Peran Konsumen dalam Mengatasi Ketimpangan Pangan
Di samping itu, konsumen juga memegang peranan penting dalam menyelesaikan masalah ketimpangan pangan.
Pola konsumsi yang berlebihan dan tidak berkelanjutan menjadi salah satu faktor penyebab ketimpangan distribusi pangan.
Kampanye pengurangan limbah makanan (food waste) perlu digencarkan mengingat setiap tahun sekitar 1,3 miliar ton makanan terbuang di seluruh dunia.
Di Indonesia, angka food loss and waste mencapai lebih dari 23 juta ton per tahun, cukup untuk memberi makan jutaan orang yang masih hidup dalam kemiskinan.
Refleksi dan Harapan Hari Pangan Sedunia 2025
Peringatan Hari Pangan Sedunia 2025 mengingatkan kita bahwa persoalan pangan bukan hanya soal produksi, tetapi juga tentang keadilan, akses, dan keberlanjutan.
Dunia membutuhkan kolaborasi lintas batas, kemauan politik yang kuat, dan inovasi yang berpihak pada manusia dan lingkungan.
Pangan bukan hanya kebutuhan dasar, tetapi juga instrumen penting untuk pembangunan ekonomi, stabilitas sosial, dan perdamaian global.
Dengan bergandengan tangan, kita tidak hanya memastikan pangan untuk hari ini, tetapi juga untuk masa depan yang lebih sehat, adil, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Sejarah Hari Pangan Sedunia
Sejarah peringatan Hari Pangan Sedunia dimulai pada November 1976 saat Konferensi FAO ke-20 di Roma menghasilkan Resolusi No. 179 tentang World Food Day.
Resolusi ini disepakati oleh 147 negara anggota, termasuk Indonesia. Sejak 1981, Hari Pangan Sedunia diperingati setiap tahun pada 16 Oktober dengan tema yang berbeda, menyoroti isu-isu penting terkait pangan yang memerlukan perhatian global.
Tujuan Peringatan Hari Pangan Sedunia
Tujuan utama peringatan ini mencakup lima hal pokok: memberantas kelaparan sebagai hak dasar manusia, menjamin ketahanan pangan, mengatasi malnutrisi, mendorong produktivitas pertanian dengan praktik berkelanjutan, serta membangun sistem pangan yang ramah lingkungan dan tangguh menghadapi krisis.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.