Deretan Tokoh Besar Ini Lulusan Ponpes Lirboyo
Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo di Kediri Jawa Timur tengah menjadi perhatian luas publik. Ponpes yang berada di Kediri Jawa Timur ini ramai disorot usai tayangan program Xpose Uncensored yang tayang di TRANS7 pada Senin 13 Oktober lalu.
Program tersebut diketahui sempat memuat tayangan dengan visual santri dan kiai sepuh KH Anwar Manshur dan disertai dengan narasi yang dinilai merendahkan kiai sepuh. Narasi yang dimaksud terkait dengan santri yang harus ’ngesot’ hingga menyoal tentang amplop.
Menyusul dengan insiden tersebut, tidak sedikit dari publik yang penasaran dengan Ponpes Lirboyo. Ponpes Lirboyo telah didirikan sejak tahun 1910 oleh K.H. Abdul Karim yang pada mulanya bertempat tinggal di Desa Lirboyo.
Pondok pesantren ini diketahui masuk dalam salah satu pesantren terbesar di Indonesia. Tak hanya itu saja, ponpes Lirboyo juga menjadi salah satu pusat studi Islam sejak puluhan tahun sebelum kemerdekaan Indonesia.
Sebagai salah satu pesantren terbesar di Indonesia, Ponpes Lirboyo merupakan tempat sejumlah tokoh kenamaan di tanah air menimba ilmu. Lantas siapa saja? Berikut ini rangkumannya seperti dilansir dari berbagai sumber.
Salah satu alumni terkenal dari Ponpes Lirboyo adalah KH Said Aqil Siradj. Beliau merupakan mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dua periode masa khidmat 2010–2021 yang saat ini menjabat sebagai Mustasyar Nahdlatul Ulama masa khidmat 2022–2027.
Di Lirboyo, ia belajar dengan para ustadz dan kiai yang merawat santri, seperti KH Mahrus Aly, KH Marzuqi Dahlan, dan juga Kiai Muzajjad Nganjuk.
KH Mustofa Bisri juga menjadi salah satu tokoh lulusan dari Ponpes Lirboyo, Kediri. Dikenal dengan sebutan Gus Mus, beliau juga dikenal sebagai sastrawan, dan pelukis. Gus Mus diketahui menjadi santri kelana di beberapa pesantren, di antaranya Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Pesantren Al-Munawwir Krapyak, Yogyakarta, dan Raudlatuth Tholibin Leteh, Rembang, pesantren ayahnya sendiri.
la kemudian belajar di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir. Selama di Mesir ia menjadi sahabat karib Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Sejak pulang dari Kairo, Gus Mus kembali ke Rembang dan ikut mengelola Pesantren Raudlatuth Tholibin dan kini menjadi pimpinannya. Sebagai kiai, ia aktif memberikan ceramah ke berbagai daerah dan rajin menerjemah karya-karya keagamaan dari bahasa Arab ke bahasa Indonesia dan bahasa Jawa.
Gus Mus juga diketahui beberapa periode menjadi Rais Syuriyah PBNU, Wakil Rais Aam Syuriyah PBNU (2010-2014), dan Pj Rais Aam PBNU (2014-2015).
Lahir di dusun, Gedongan, Cirebon Jawa Barat, KH Mahrus Aly kecil hidup di Lingkungan Pesantren dengan lincah, rajin, taat, pandai. Dikenal dengan nama Rusydi dirinya dikenal memiliki sifat kepemimpinan.
pada 1929 KH Mahrus melanjutkan perjalanan menimba ilmunya ke Pesantren Kasingan, Rembang, Jawa Tengah asuhan KH Kholil selama lima tahun.
Kemudian sekitar tahun 1936 KH Mahrus berpindah ke Pesantren Lirboyo, Kediri. Awalnya KH Mahrus hanya berniat tabarukan di Pesantren Lirboyo, namun karena sudah punya bekal ilmu yang mumpuni ia malah diangkat menjadi Pengurus Pondok dan ikut membantu mengajar.
Selama nyantri di Lirboyo, ia dikenal sebagai santri yang tak pernah letih mengaji. Jika waktu libur tiba, ia akan menggunakannya untuk tabarukan dan mengaji di pesantren lain, seperti Pondok Pesantren Tebuireng Jombang asuhan KH Hasyim Asy’ari, Pondok Pesantren Watucongol Magelang asuhan Kiai Dalhar, dan juga pondok pesantren di daerah lainnya seperti Pesantren Langitan Tuban, Pesantren Sarang dan Lasem di Rembang.
Tak hanya itu saja, KH Mahrus Aly juga ikut berperan dalam memperjuangkan kemerdekaan. Beliau ikut dalam pengiriman 97 santri pilihan Ponpes Lirboyo guna melawan sekutu di Surabaya pada 10 November. Beliau juga memiliki andil besar dalam perkembangan Jamiyyah NU, bahkan beliau diangkat menjadi Rois Syuriyah Jawa Timur hampir 27 tahun hingga akhirnya diangkat menjadi anggota Mustasyar PBNU pada tahun 1985.
4. Ning Imaz
Imaz Fatimatuz Zahra atau yang akrab disapa Ning Imaz juga diketahui merupakan lulusan dari ponpes Lirboyo. Ning Imaz Fatimatuz Zahra atau yang karib disapa Ning Imaz merupakan putri dari pasangan almaghfurlah KH Abdul Khaliq Ridwan dan Nyai Hj Eeng Sukaenah Pengasuh Pondok Pesantren Putri Al Ihsan Lirboyo, Kediri, Jawa Timur.
Beliau juga diketahui seorang penghafal Qur'an (hafidzah) dan ahli fiqih. Kecintaanya pada bidang fiqih ini terlihat sejak Ning Imaz duduk di bangku Tsanawiyah setingkat SMP. Ia turut aktif dalam diskusi antarahli keilmuan Islam, utamanya fikih di lingkungan pesantren-pesantren yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU) atau biasa dikenal dengan forum bahtsul masail.
Kini dirinya juga aktif berdakwah di media sosial dan menjadi pengisi kajian tetap di kanal Youtube NU Online.