Gucci, Chloe dan Loewe Didenda Rp3 Triliun Gara-gara Pengaturan Harga
Komisi Eropa pada hari Selasa mengumumkan bahwa mereka telah mendenda merek-merek mewah Gucci, Chloe, dan Loewe dengan total lebih dari €157 juta ($182,5 juta – setara Rp3 triliun) karena melanggar aturan persaingan Uni Eropa.
Komisi merinci besaran denda, yakni Gucci didenda 119,67 juta euro (sekitar Rp2,3 triliun), Chloe didenda 19,69 juta euro (sekitar Rp379,2 miliar), dan Loewe didenda 18 juta euro (sekitar Rp346,6 miliar).
Komisi mengatakan bahwa merek-merek tersebut telah "membatasi kemampuan peritel pihak ketiga independen yang bekerja sama dengan mereka untuk menetapkan harga eceran daring dan luring mereka sendiri" dengan menetapkan harga jual minimum untuk produk mereka.
Bendera Uni Eropa.
"Gucci, Chloe, dan Loewe berupaya agar peritel mereka menerapkan harga dan ketentuan penjualan yang sama dengan yang mereka terapkan di saluran penjualan langsung mereka sendiri," kata Komisi dalam sebuah pernyataan dilansir DW, Rabu, 15 Oktober 2025.
Lebih lanjut, Komisi mengatakan bahwa perilaku anti-persaingan yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan tersebut menyebabkan harga yang lebih tinggi dan lebih sedikit pilihan bagi konsumen.
Merek-merek fesyen mewah itu dituduh melakukan pengaturan harga. "Ketiga perusahaan fesyen tersebut mengganggu strategi komersial peritel mereka dengan memberlakukan pembatasan, seperti mewajibkan mereka untuk tidak menyimpang dari harga eceran yang direkomendasikan; tingkat diskon maksimum; dan periode penjualan tertentu," kata Komisi
Kering, pemilik Gucci, perusahaan multinasional Prancis dengan pendapatan yang dilaporkan sebesar €17,2 miliar pada tahun 2024, mengatakan bahwa penyelidikan Uni Eropa telah diselesaikan melalui kerja sama yang erat antara merek tersebut dan Komisi, dan bahwa denda finansial tersebut telah dimasukkan ke dalam laporan keuangan semester pertama grup untuk tahun 2025.
Richemont, perusahaan Swiss yang memiliki Chloe; dan LVMH, pemilik Loewe, belum berkomentar mengenai keputusan Komisi.
Richemont, yang berinvestasi di berbagai bidang, mulai dari perhiasan hingga senjata api, melaporkan pendapatan tahunan sebesar €19,5 miliar pada tahun 2023. Sedangkan konglomerat barang mewah Prancis, LHVM, melaporkan pendapatan sebesar €84,7 miliar pada tahun 2024.