Junta Militer Myanmar Bombardir Acara Festival Buddha Tewaskan 32 Orang, 50 Luka-Luka

Junta Militer Myanmar Bombardir Acara Festival Buddha Tewaskan 32 Orang, 50 Luka-Luka

Sedikitnya 32 orang tewas dan lebih dari 50 lainnya luka-luka akibat serangan bom yang dilancarkan junta militer saat perayaan keagamaan Festival Cahaya Buddha di wilayah barat laut Myanmar.

Insiden ini terjadi di dekat sebuah desa, Kecamatan Chaung-U, Wilayah Sagaing, seperti dilaporkan kantor berita Independen Myanmar, Irrawaddy, dikutip Kamis (9/10). Serangan itu dilakukan pasukan paralayang junta yang menjatuhkan bom ke lokasi perayaan yang bernuansa anti-rezim.

Menurut kesaksian warga yang dikutip Irrawaddy, lima dari korban tewas merupakan anggota gerakan non-kekerasan dan pejuang perlawanan lokal, sementara sisanya adalah warga sipil.

Beberapa anak-anak dilaporkan termasuk di antara korban meninggal dan luka-luka. “Sepengetahuan saya, 32 orang tewas, termasuk lima orang dari kelompok perlindungan wilayah. Sisanya warga sipil,” ujar warga sipil itu, dilansir dari Antara.

Saksi mata menambahkan bahwa kondisi jenazah korban berserakan akibat ledakan, sehingga menyulitkan proses identifikasi. Beberapa menit setelah ledakan pertama, pasukan junta kembali menjatuhkan dua bom tambahan di lokasi yang sama.

Acara keagamaan Festival Cahaya Buddha itu merupakan bagian dari Festival Cahaya Myanmar, yang biasa dirayakan pada bulan purnama Thadingyut, bulan ketujuh dalam kalender tradisional Myanmar.

Serangan ini menambah daftar panjang kekerasan yang dilakukan militer Myanmar terhadap warga sipil sejak kudeta militer pada Februari 2021. Wilayah Sagaing sendiri dikenal sebagai salah satu pusat perlawanan terhadap rezim junta. (*)