Odong-odong Terguling di Mojokerto, 1 Orang Tewas dan 20 Luka-luka

kecelakaan, Mojokerto, Odong-odong Terguling di Mojokerto, 1 Orang Tewas dan 20 Luka-luka

Sebuah odong-odong mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, pada Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.

Kendaraan modifikasi bernomor polisi S 8185 PA tersebut mengangkut 21 penumpang. Dikemudian oleh Sariono (53) warga Dusun Kebogerang, Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri

Akibat peristiwa kecelakaan ini, satu penumpang meninggal dunia dan 20 korban mengalami luka-luka kini dirawat di rumah sakit serta Puskesmas.

Diduga Tak Kuat Menanjak

Kasat Lantas Polres Mojokerto, AKP Muhammad Yogie Pratama mengatakan, berdasarkan hasil olah TKP, kendaraan tersebut melaju dari arah timur ke barat dengan kondisi jalan tanjakan.

Penyebab kecelakaan diduga kendaraan tidak kuat menanjak, sehingga berjalan mundur tak terkendali hingga terguling ke sisi kiri dan menabrak tiang listrik.

"Dugaan penyebab kecelakaan karena faktor kelalaian pengemudi yang kurang menguasai medan jalan, khususnya pada kondisi jalan tanjakan," ujar AKP Yogie, Minggu (29/3/2026), dikutip dari TribunJatim.

Polisi melakukan penanganan di lokasi kecelakaan, mengamankan barang bukti dan keterangan saksi guna proses penyelidikan lebih lanjut.

1 Orang Penumpang Tewas, 20 Luka-luka

AKP Yogie mengungkapkan, satu penumpang bernama Sulimah (47), warga Dusun/Desa Mlaten, Kecamatan Puri, meninggal dunia.

Sedangkan, lima korban termasuk pengemudi mengalami luka ringan dan cedera otak ringan.

"Korban telah dievakuasi mendapat penanganan medis di RS Sumberglagah," jelasnya.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Mojokerto, Ipda Beni Hermawan menambahkan, seluruh korban dan pengemudi mengalami luka-luka akibat kecelakaan tersebut.

Penumpang merupakan rombongan dari buruh pabrik tatakan telur Desa Kebonagung.

"Korban telah dievakuasi, 13 orang termasuk sopir di Rumah Sakit Sumberglagah, satu orang di RSUD Soekandar Mojosari dan delapan orang di Puskesmas Gondang," tukasnya.

Warga Diimbau Tak Operasikan Odong-odong di Jalan

AKP Yogie mengimbau masyarakat tidak mengoperasikan kendaraan modifikasi (odong-odong) di jalan raya.

Apalagi jika tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan sesuai ketentuan perundang-undangan.

Sebab, odong-odong tidak diperuntukkan sebagai angkutan orang di jalan raya karena tidak memenuhi standar keselamatan, seperti sistem pengereman, konstruksi kendaraan, dan perlindungan penumpang.

Sehingga, masyarakat diminta menggunakan kendaraan sesuai standar demi keselamatan.

"Kepatuhan aturan lalu lintas diharapkan dapat mencegah kecelakaan serupa," pungkas AKP Yogie.

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul "Angkut 21 Penumpang, Odong-odong Terguling di Jalan Raya Gondang, 1 Korban Meninggal Dunia"

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang