Dampak Tren TikTok "Rp 10.000 di Tangan Istri yang Tepat" Menurut Psikolog

tren tiktok, rp 10 ribu di tangan istri yang tepat, menafkahi istri, suami pelit ke istri, suami pelit, istri dipaksa bersyukur, tren 10000 di tangan istri yang tepat, Dampak Tren TikTok, 1. Simbol kerativitas dan keterampilan istri, 2. Memberi hiburan, 1. Menormalisasikan kemiskinan, 2. Suami pelit ke istri, 3. Istri dipaksa bersyukur

Belakangan ini tengah ramai tren "Rp 10.000 di tangan istri yang tepat" di media sosial, utamanya TikTok. Tren yang biasanya berupa video ini menampilkan beberapa istri yang hanya diberi uang belanja Rp 10.000 sehari-hari oleh suami.

Banyak warganet menganggap bahwa para suami pelit karena nominal yang diberikan sangat sedikit, terutama pada salah satu video yang memperlihatkan sang istri sedang hamil, tapi ada bungkus rokok di meja makan.

Warganet menganggap, sang suami mampu memberikan uang belanja lebih dari Rp 10.000, mengingat ia masih bisa membeli sebungkus rokok.

Ada pula warganet yang mengkritik penggunaan kalimat “di tangan istri yang tepat” karena menyindir para istri yang uang belanjanya lebih dari Rp 10.000. Padahal harga bahan pangan di setiap daerah berbeda-beda, belum lagi kebutuhan makan setiap keluarga yang berbeda pula.

Menurut psikolog klinis Yustinus Joko Dwi Nugroho, M.Psi. yang berpraktik di Rumah Sakit DR Oen Solo Baru, tren “Rp 10.000 di tangan istri yang tepat” bisa memiliki dampak. 

“Menurut saya, dampaknya itu ada positifnya dan negatifnya, tergantung konteks,” kata psikolog yang juga mengatasi permasalahan rumah tangga ini saat dihubungi oleh Kompas.com, Rabu (1/10/2025).

Dampak positif tren “Rp 10.000 di tangan istri yang tepat”

1. Simbol kerativitas dan keterampilan istri

tren tiktok, rp 10 ribu di tangan istri yang tepat, menafkahi istri, suami pelit ke istri, suami pelit, istri dipaksa bersyukur, tren 10000 di tangan istri yang tepat, Dampak Tren TikTok, 1. Simbol kerativitas dan keterampilan istri, 2. Memberi hiburan, 1. Menormalisasikan kemiskinan, 2. Suami pelit ke istri, 3. Istri dipaksa bersyukur

Tren TikTok "Rp 10.000 di tangan istri yang tepat" bisa berdampak positif dan negatif. Simak penjelasan dari psikolog.

Dampak positif dari tren tersebut adalah sebagai simbol kreativitas dan keterampilan para istri dalam mengelola sumber daya yang minim dan hemat.

Mereka bisa memutar otak untuk menawar harga agar bahan pangan yang dibeli tidak melebihi nominal tersebut, sekaligus menghasilkan menu makan yang sehat untuk tiga kali makan dalam sehari.

2. Memberi hiburan

Setiap keluarga memiliki selera humor. Bisa saja, mengunggah konten “Rp 10.000 di tangan istri yang tepat” adalah bagian dari humor mereka, dan mereka bertujuan untuk menghibur audiens mereka di media sosial.

Meskipun, konten ini bisa disalahartikan sebagai sesuatu yang serius oleh orang-orang yang sebelumnya tidak mengenal mereka dan bukan bagian dari audiens mereka.

Dampak negatif tren "Rp 10.000 di tangan istri yang tepat"

1. Menormalisasikan kemiskinan

tren tiktok, rp 10 ribu di tangan istri yang tepat, menafkahi istri, suami pelit ke istri, suami pelit, istri dipaksa bersyukur, tren 10000 di tangan istri yang tepat, Dampak Tren TikTok, 1. Simbol kerativitas dan keterampilan istri, 2. Memberi hiburan, 1. Menormalisasikan kemiskinan, 2. Suami pelit ke istri, 3. Istri dipaksa bersyukur

Tren TikTok "Rp 10.000 di tangan istri yang tepat" bisa berdampak positif dan negatif. Simak penjelasan dari psikolog.

Tren “Rp 10.000 di tangan istri yang tepat” juga bisa menimbulkan dampak negatif pada orang-orang yang menontonnya, seperti menormalisasikan kemiskinan.

“Kadang ada orang-orang atau suami yang menormalisasikan kemiskinan, misalnya, ‘Itu ada pasangan suami istri dengan Rp 10.000 saja bisa hidup, masa kamu enggak bisa?’,” tutur Joko.

2. Suami pelit ke istri

tren tiktok, rp 10 ribu di tangan istri yang tepat, menafkahi istri, suami pelit ke istri, suami pelit, istri dipaksa bersyukur, tren 10000 di tangan istri yang tepat, Dampak Tren TikTok, 1. Simbol kerativitas dan keterampilan istri, 2. Memberi hiburan, 1. Menormalisasikan kemiskinan, 2. Suami pelit ke istri, 3. Istri dipaksa bersyukur

Tren TikTok "Rp 10.000 di tangan istri yang tepat" bisa berdampak positif dan negatif. Simak penjelasan dari psikolog.

Joko tidak menampik bahwa ada suami yang memang memiliki karakter pelit, termasuk pada istri sendiri. Mereka bisa semakin menjadi ketika terpapar konten “Rp 10.000 di tangan istri yang tepat”.

“Padahal, mungkin dia (suami) bisa memberikan lebih, tapi dia pelit. ‘Istri bisa hidup dengan Rp 10.000 per hari itu ada contohnya tuh’, ini bisa menjadi senjata si suami untuk malas menaikkan alokasi belanja,” ucap dia.

Padahal, belum tentu nominal belanja Rp 10.000 mencukup kebutuhan seluruh keluarga, terutama jika sudah memiliki anak yang mana mereka membutuhkan makanan bergizi seimbang agar tumbuh kembangnya optimal.

“Tapi, karena ada fenomena ini, suami menggunakannya untuk membenarkan perilakunya,” sambung Joko.

3. Istri dipaksa bersyukur

Bersyukur memang hal yang baik. Namun, beda cerita jika suami memiliki watak menormalisasikan kemiskinan dan/atau pelit.

Istri dipaksa bersyukur bahwa suami masih memberikan nafkah Rp 10.000 per hari, daripada tidak memberikan nafkah sama sekali.

“Kalau kasusnya seperti itu, suami bisa memberikan lebih, kata-kata, ‘Aku tuh hanya bisa memberikan sedikit, kamu tuh seharusnya terima kasih karena saya masih memberikan sama kamu kok’ tidak tepat, dan menunjukkan bahwa suami kurang berempati terhadap pasangannya,” terang Joko.