Cikande Jadi Titik Paparan Radiasi Cs-137, Pemeriksaan Warga dan Kendaraan Diperketat
Kementerian Koordinator Bidang Pangan menetapkan wilayah Cikande, Kabupaten Serang, Banten, sebagai daerah yang terpapar radiasi radionuklidal Cesium-137 (Cs-137).
Penetapan ini menyusul temuan Satgas Penanganan Cesium-137 terkait kontaminasi pada udang yang dikirim ke luar negeri.
Pemeriksaan Warga dan Penanganan Kesehatan
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menjelaskan pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 1.562 warga di Desa Cikande yang berpotensi terpapar.
“Kami telah melakukan pemeriksaan terhadap tadi 1.562 pekerja dan masyarakat. Tidak menimbulkan dampak serius,” ujar Zulkifli, dikutip Kamis (2/10/2025).
Selain pemeriksaan, Kementerian Pangan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk menyediakan obat bagi warga yang terpapar radiasi.
Langkah pencegahan juga dilakukan pada kontainer yang keluar dari Tanjung Priok, sekaligus pengangkatan sumber radiasi di area terkait.
Zulkifli menegaskan kasus ini tidak akan mengganggu rantai pasok nasional.
“Investigasi Satgas memastikan kontaminasi Cs-137 hanya terjadi di Cikande, tidak pada rantai pasok nasional maupun ekspor. Jadi hanya satu titik di Cikande,” katanya.
Kasus Udang Beku di AS
Kasus ini mencuat setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menarik produk udang beku merek Great Value dari jaringan ritel Walmart pada 19 Agustus 2025.
Produk yang berasal dari Indonesia dan dipasok PT BMS Foods itu disebut mengandung isotop radioaktif Cesium-137.
Pemeriksaan Kendaraan di Kawasan Industri Cikande
Petugas dari Gegana Brimob Polri memeriksa kendaraan yang keluar dari Kawasan Industri Cikande pada Kamis (2/10/2025).
Pemeriksaan dilakukan menggunakan alat ukur radiasi manual RanidPro untuk memastikan kendaraan bebas kontaminasi.
“Kalau angkanya di atas 1, itu tandanya terpapar. Sejauh ini semua kendaraan yang dicek masih aman di angka 0,3-0,5,” jelas salah satu petugas. Pemeriksaan telah dimulai sejak Rabu (1/10/2025).
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, menambahkan seluruh kendaraan keluar-masuk kawasan Cikande nantinya akan dipantau menggunakan Radiation Portal Monitoring (RPM).
“Bila mana dalam alat indikator kita itu disinyalir mengandung cemaran Cs-137, akan dilakukan grounded, kemudian dekontaminasi. Kendaraan baru boleh keluar setelah selesai dilakukan dekontaminasi,” ujarnya.
Meskipun ada kasus radiasi, perusahaan di kawasan industri Cikande belum terdampak secara operasional. Mereka tetap menjalankan bisnisnya sambil mengikuti protokol keamanan radiasi yang diterapkan oleh pemerintah.
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul dan Cikande Jadi Daerah Terpapar Radioaktif CS-137, 1.562 Warga Terdampak Diperiksa.