Bahlil Tak Masalah TNI Jaga Kilang Minyak: Daripada Orang Sabotase

Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia di Kompleks Istana Kepresidenan
Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia di Kompleks Istana Kepresidenan

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia buka suara soal rencana prajurit TNI menjaga kilang minyak di berbagai daerah. Bahlil mengaku tak masalah dengan rencana tersebut. 

"Nggak ada masalah, daripada orang sabotase," ucap Bahlil kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis, 27 November 2025.

Bahlil menyebut semua institusi negara harus berkolaborasi atas berbagai hal demi kepentingan negara.

"Saya pikir semua institusi negara harus berkolaborasi untuk mengamankan apa yang menjadi hal-hal penting bagi kepentingan negara," tutur dia. 

Sebelumnya diberitakan, Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Sjafrie Sjamsoeddin menginstruksikan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk menjaga kilang minyak dan terminal milik PT Pertamina (Persero). 

Awalnya, Sjafrie membahas soal penambahan kekuatan Batalyon Teritorial Pembangunan di sejumlah wilayah RI.

"Menjaga industri strategis yang mempunyai kaitan dengan kedaulatan negara. Sebagai contoh, kilang dan terminal Pertamina, ini juga bagian yang tidak terpisahkan daripada gelar kekuatan kita," kata Sjafrie kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, dikutip Selasa, 25 November 2025.

Ia mengatakan selain personel TNI Angkatan Darat, penjagaan Pertamina juga akan dipantau oleh Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.

Selain itu, Sjafrie mengatakan bahwa penugasan baru terhadap TNI AD yang menjaga kilang minyak milik BUMN ini mulai berlangsung pada Desember 2025.

"Kita akan laksanakan ini terhitung mulai Desember, dengan menugaskan pasukan-pasukan dari TNI Angkatan Darat dan juga akan dipantau oleh Badan Intelijen Strategis (BAIS) untuk bisa mengetahui hal-hal yang mungkin perlu kita ketahui sebagai suatu ancaman yang potensial, yang mungkin muncul, sehingga kita bisa mengantisipasi pengamanan secara fisik," jelas dia.