Pakai BBM RON Tinggi: Benarkah Mobil Lebih Kuat Menanjak?
Bensin dengan Research Octane Number (RON) tinggi merupakan BBM berkualitas. Seharusnya, dia mampu menghasilkan tenaga lebih besar daripada yang lebih rendah.
Seperti Pertalite, selain sebagai BBM tanpa timbal dan memiliki kadar sulfur tidak lebih dari 500 ppm, juga memiliki nilai RON 90.
Berbeda lagi dengan Pertamax yang memiliki kadar sulfur tak lebih dari 400 ppm dan memiliki nilai RON 92.
Eko Setiawan, pemilik bengkel Everest Motors Bintaro, Tangerang Selatan mengatakan mobil modern didesain memiliki efisiensi tinggi serta bertenaga, sehingga membutuhkan BBM yang sesuai.
Pemakaian BBM di bawah standar atau rekomendasi pabrikan akan membuat mobil kurang bertenaga dan membuat kemampuannya untuk menanjak turun.
“Mobil yang seharusnya mengkonsumsi bensin RON 92 atau di atasnya, tapi pengguna memilih yang lebih rendah, karena dianggap masih bisa digunakan, padahal tenaga yang dihasilkan akan jauh berbeda,” ucap Eko, Minggu (28/9/2025).
SUV Jaecoo J8 menaklukkan tanjakan curam dalam sesi pengujian off-road.
Spesifikasi mesin mobil modern didesain sedemikian rupa agar tenaga optimal dan efisien. Sehingga, membutuhkan BBM yang berkualitas dan sesuai.
“Jenis BBM harus disesuaikan dengan besarnya nilai kompresi di dalam silinder, sehingga tenaga yang dihasilkan optimal, ujung-ujungnya mampu menghasilkan efisiensi, jika tidak maka tenaganya menjadi kurang,” ucap Eko.
Sebaiknya, konsumen mengganti jenis BBM dengan yang berkualitas agar mobil lebih mampu melibas tanjakan.
Ilustrasi pengisian BBM.
“BBM dulu diganti dengan yang berkualitas, sesuai rekomendasi, terlepas dari itu perawatan juga diperlukan seperti pembersihan saluran udara, busi dan sejenisnya,” ucap Eko.
Paryudi, Technical Leader Nasmoco Bantul mengatakan nilai RON pada bensin menentukan kemampuannya tetap tidak terbakar terhadap panas mesin, sehingga dapat mengurangi knocking.
“Knocking atau suara ngelitik pada mesin merupakan gejala yang muncul akibat ledakan bensin dan udara di ruang bakar terjadi lebih dini, atau sebelum piston sampai titik mati atas,” ucap Paryudi kepada Kompas.com, Minggu (28/9/2025).
Ilustrasi mesin mobil dalam kondisi sehat
Semakin tinggi nilai RON bensin, semakin tahan terhadap panas, dampak positifnya knocking tidak akan terjadi.
“Mesin yang memiliki kompresi tinggi, maka cenderung menghasilkan panas lebih tinggi pula, sehingga bila diisi bensin dengan oktan rendah ledakan puncak bisa terjadi lebih dini,” ucap Paryudi.
Paryudi mengatakan ledakan prematur pada ruang bakar bisa terjadi sebelum busi memercikkan bunga api, bila nilai oktan terlalu rendah daripada rekomendasi.
“Selain ngelitik, tenaga yang dihasilkan mesin juga menjadi kurang optimal, sehingga mobil dengan kompresi tinggi disarankan pakai BBM minimal RON 92, RON 98 lebih bagus,” ucap Paryudi.
Jadi, agar mobil lebih kuat untuk menanjak konsumen harus memperhatikan BBM yang digunakan, apakah sudah sesuai rekomendasi atau berada di level bawahnya.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.