BBM RON Tinggi Belum Tentu Bikin Performa Motor Lebih Baik

BBM RON Tinggi Belum Tentu Bikin Performa Motor Lebih Baik

Di tengah kenaikan harga BBM, sebagian pemilik kendaraan mulai mempertimbangkan untuk beralih ke bahan bakar dengan nilai oktan (RON) yang lebih rendah.

Namun di sisi lain, masih banyak pengendara yang beranggapan penggunaan BBM dengan RON lebih tinggi selalu lebih baik untuk mesin.

Menurut 2W Service Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Victor Assani mengatakan, pemilihan BBM tidak ditentukan oleh harga atau tingginya angka RON, melainkan harus mengikuti spesifikasi mesin kendaraan.

BBM RON Tinggi Belum Tentu Bikin Performa Motor Lebih Baik

Petugas mengisi BBM jenis Pertalite ke tangki sepeda motor konsumen di salah satu SPBU Pertamina di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (28/2/2026).

“Hal pertama yang paling penting adalah kita mengetahui jenis RON apa yang paling sesuai dengan kendaraan kita. Jadi, jangan asal menggunakan RON atau karena lebih mahal dan lebih tinggi kita menggunakan BBM angka RON yang tinggi,” kata Victor kepada Kompas.com, Rabu (10/6/2026).

Menurut dia, angka RON yang direkomendasikan pabrikan telah ditentukan melalui berbagai pengujian dan disesuaikan dengan karakteristik mesin, termasuk rasio kompresi.

Menurunkan Performa

Victor menjelaskan, penggunaan BBM dengan RON lebih tinggi dari kebutuhan mesin juga bukan kondisi yang ideal. Sebab, proses pembakaran di ruang bakar dirancang untuk bekerja optimal pada nilai oktan tertentu.

“RON semakin tinggi tidak serta merta meningkatkan performa. RON itu angkanya direkomendasikan sesuai dengan ketentuannya, sesuatu yang sesuai pasti akan optimal,” ujar Victor.

Ia mencontohkan, mesin yang direkomendasikan menggunakan RON 90 belum tentu mendapatkan hasil terbaik saat diisi BBM RON 92 atau lebih tinggi.

“Kalau misalnya harusnya 90 tapi menggunakan RON 92 itu tetap namanya tidak ideal dan pasti ada efek sampingnya. Karena secara perhitungan kita tidak akan mendapatkan pembakaran yang sempurna,” kata dia.

Boros dan Mempercepat Kerusakan

Menurut Victor, pembakaran yang tidak sempurna dapat memengaruhi berbagai aspek kinerja kendaraan. Dampaknya tidak hanya pada performa mesin, tetapi juga efisiensi bahan bakar.

“Akibat dari pembakaran yang tidak sempurna adalah performa mesin tidak akan optimal, boros bahan bakar dan ujungnya adalah kerusakan pada komponen. Ini yang kadang tidak disadari,” ujarnya.

Karena itu, ia mengingatkan pemilik kendaraan untuk tidak terpaku pada anggapan bahwa BBM dengan RON lebih tinggi selalu lebih baik. Yang terpenting adalah memastikan jenis bahan bakar yang digunakan sesuai dengan rekomendasi pabrikan.

“Tetap, kata kuncinya adalah proses pembakaran yang sempurna. Di luar itu, akan timbul potensi masalah,” kata Victor.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang