Hari Pariwisata Dunia, Ingatkan Umat Manusia Akan Pentingnya Peran Pariwisata
Setiap tanggal 27 September, dunia merayakan Hari Pariwisata Dunia. Peringatan ini bukan sekadar selebrasi perjalanan wisata.
Hari Pariwisata Dunia juga momentum untuk menyadarkan masyarakat global tentang peran penting pariwisata dalam aspek sosial, budaya, politik, hingga ekonomi.
Hari Pariwisata Dunia pertama kali ditetapkan pada 1980, sebagai penghormatan terhadap lahirnya Statuta Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO) yang diadopsi pada 27 September 1970.
Sejak itu, setiap tahun tema khusus diangkat untuk menyoroti tantangan dan peluang pariwisata global.
Tema 2025: Pariwisata dan Transformasi Berkelanjutan
Untuk tahun 2025, UNWTO mengusung tema “Pariwisata dan Transformasi Berkelanjutan” (Tourism and Sustainable Transformation).
Tema ini menekankan bahwa pariwisata bukan sekadar mesin pertumbuhan ekonomi, tetapi juga sarana menjaga warisan budaya, melindungi lingkungan, dan memperkuat ketahanan masyarakat.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menegaskan pentingnya kekuatan transformatif pariwisata.
“Pariwisata menciptakan lapangan kerja, menggerakkan ekonomi lokal, mendukung infrastruktur, dan memberikan kontribusi jauh melampaui angka PDB. Ia membangun jembatan lintas budaya, melestarikan tradisi, serta mengingatkan kita akan kemanusiaan bersama dan kekayaan keberagaman,” ujarnya dilansir dari Travel and Leisure Asia.
Kebangkitan pariwisata dunia dan Indonesia
Sektor pariwisata global menunjukkan pemulihan yang mengesankan pascapandemi. Pada 2024, tercatat 1,4 miliar wisatawan internasional, meningkat 115 persen dibanding tahun sebelumnya.
Kawasan Asia Pasifik bahkan mencatat pertumbuhan 87 persen dibanding periode sebelum pandemi, menegaskan posisi strategisnya dalam peta pariwisata dunia.
Ilustrasi wisatawan mancanegara di Ubud, Bali.
Di Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang Januari–Juni 2025 mencapai 7,05 juta orang, tumbuh 9,44 persen secara tahunan.
Wisatawan dari kawasan ASEAN mendominasi, disusul turis dari Asia non-ASEAN dan Eropa. Sementara itu, perjalanan wisatawan domestik juga melonjak signifikan hingga 105,12 juta perjalanan, naik hampir 26 persen.
Mengapa Hari Pariwisata Dunia penting?
Pariwisata adalah industri yang membuka jutaan lapangan kerja, memperkuat hubungan antarbangsa, sekaligus menjadi sarana pertukaran budaya.
Setiap tahunnya, UNWTO memilih tema yang relevan dengan tantangan global, mulai dari perubahan iklim, pembangunan berkelanjutan, hingga pariwisata yang bertanggung jawab.
Melalui momentum ini, masyarakat dunia diajak untuk melakukan perjalanan dengan lebih bijak, memilih akomodasi ramah lingkungan, mengurangi limbah, dan menghargai budaya lokal.
Dengan perencanaan yang tepat, pariwisata mampu menjadi katalis kemajuan sosial sekaligus berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).
Hari Pariwisata Dunia 2025 mengingatkan bahwa bepergian bukan hanya soal destinasi, melainkan juga bagaimana perjalanan kita bisa memberi dampak positif bagi masyarakat, budaya, dan planet tempat kita hidup.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.