Skandal Naturalisasi Timnas Malaysia, Vietnam Bisa Diberi Kemenangan 3-0
Timnas Malaysia tengah terseret dalam skandal besar usai Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dijatuhi sanksi oleh FIFA.
Hukuman itu diberikan karena penggunaan tujuh pemain naturalisasi bermasalah pada laga Kualifikasi Piala Asia 2027 melawan Vietnam, Juni 2025 lalu.
Dalam pertandingan yang digelar di Hanoi, Malaysia menang 4-0. Namun, FIFA menemukan adanya dokumen palsu dalam proses pendaftaran para pemain tersebut.
Akibatnya, FAM dikenai denda 350.000 franc Swiss (sekitar Rp7,3 miliar).
Selain itu, tujuh pemain yang terlibat, termasuk Facundo Tomas Garces dan Rodrigo Julian Holgado, didenda 2.000 franc Swiss (Rp42 juta) serta dijatuhi larangan beraktivitas dalam sepak bola selama 12 bulan.
"FAM telah mengelola semua dokumentasi dan prosedur terkait secara transparan sesuai dengan pedoman yang ditetapkan," ujar Plt Presiden FAM, Datuk Mohd Yusoff Mahadi, dikutip dari Berita Harian.
Respons Keras dari Media Vietnam
Kasus ini langsung disorot oleh media Vietnam. The Thao 247 bahkan menulis prediksi bahwa kemenangan Timnas Malaysia bisa dianulir.
"99% Malaysia akan dihukum kalah dari Vietnam 0-3," tulis media tersebut pada Jumat (26/9/2025).
Menurut laporan mereka, karena Malaysia menurunkan pemain dengan dokumen tidak sah, Vietnam berpeluang mendapat kemenangan walkover 3-0 sesuai regulasi FIFA dan AFC, meskipun di lapangan mereka kalah telak.
Sementara itu, media Soha mengutip pendapat sejumlah pakar hukum olahraga yang menilai langkah banding FAM berisiko gagal.
"Para ahli mengatakan jika Malaysia gagal mengajukan banding, Vietnam bisa saja menang 3-0 di leg pertama kualifikasi Piala Asia 2027 Juni lalu," tulis Soha.
Potensi Vietnam Menang 3-0
Pemain Timnas Malaysia, Facundo Tomas Garces, menjadi salah satu pemain naturalisasi bermasalah yang turun dalam laga Malaysia vs Vietnam di putaran ketiga Kualifikasi Piala Asia 2027 pada 10 Juni 2025.(Photo by Mohd RASFAN / AFP)
Menurut aturan umum kompetisi internasional, tim yang kedapatan menurunkan pemain tidak sah akan dihukum dengan kekalahan 0-3.
Hal inilah yang membuat peluang Vietnam sangat besar untuk memperoleh kemenangan meski kalah di lapangan.
Sejauh ini, FIFA baru menjatuhkan sanksi administratif dan larangan bermain kepada para pemain yang terlibat.
Namun, keputusan soal status pertandingan masih menunggu tinjauan dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
Jika merujuk pada kasus serupa di kompetisi Asia, seperti insiden Sanfrecce Hiroshima melawan Lion City Sailors di AFC Champions League Two (ACL 2), AFC bisa saja mengubah hasil laga dan memberikan kemenangan otomatis kepada Vietnam.
Sanfrecce Hiroshima Pernah Alami Kasus Serupa
Pada Maret 2025, AFC memberikan sanksi kepada Sanfrecce Hiroshima setelah klub Jepang itu dinyatakan kalah 0-3 pada leg pertama kontra Lion City Sailors, meski sebelumnya sempat menang telak 6-1 di perempat final ACL 2.
Sanfrecce Hiroshima mendapat hukuman karena menurunkan pemain ilegal saat menghadapi Lion City Sailors.
Pemain tersebut adalah Valere Germain, striker anyar asal Prancis yang baru bergabung dengan Sanfrecce Hiroshima.
Dalam pertandingan itu, Germain masuk pada menit ke-69 dan bahkan sempat mencetak gol kelima untuk Hiroshima.
Namun, Valere Germain sejatinya masih menjalani sanksi larangan bermain sebanyak tiga laga yang dijatuhkan AFC pada Februari 2024.
Saat itu, ia masih memperkuat klub Australia, Macarthur, dalam duel melawan Central Coast Mariners di Piala AFC 2024 (kini bernama ACL 2).
Germain dinyatakan bersalah setelah terlibat keributan seusai laga yang dimenangkan Central Coast Mariners dengan skor 3-2.
Atas insiden tersebut, ia dijatuhi hukuman skorsing tiga pertandingan dan denda 1.000 dollar AS.
Sayangnya, Sanfrecce Hiroshima tidak memeriksa status hukuman tersebut sehingga Valere Germain dianggap sebagai pemain ilegal.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.