AC Milan seperti Catur: Allegri Raja, Pulisic Ratu, Modric Si Kuda
AC Milan diibaratkan bak papan catur. Sang pelatih Massimiliano Allegri adalah raja, Pulisic seperti menteri atau ster, dengan Rabiot dan Modric berperan sebagai kuda.
AC Milan berhasil bangkit setelah memulai musim Serie A 2025-2026 dengan kekalahan mengejutkan 1-2 dari Cremonese pada pekan pembuka.
Tim asuhan Massimiliano Allegri kemudian merangkai tiga kemenangan beruntun.
Il Rossoneri (Si Merah-Hitam), julukan AC Milan, mampu mengalahkan Lecce 2-0, Bologna 1-0, dan terakhir Udinese 3-0 di Stadion Bluenergy pada Sabtu (20/9/2025) atau Minggu dini hari WIB.
Dalam duel melawan Udinese, Christian Pulisic tampil gemilang dengan mencetak dua gol di menit ke-39 dan 53.
Satu gol lain Rossoneri racikan Massimiliano Allegri disumbang oleh Youssouf Fofana pada menit ke-46.
Eks gelandang kreatif Timnas Brasil, Hernanes, memberikan analisis unik saat berbicara di saluran DAZN usai laga Udinese kontra Milan.
Hernanes membandingkan peran para pemain Rossoneri dengan bidak-bidak catur.
“Di papan catur Milan, bagi saya Pulisic adalah ratu, bidak yang paling lengkap,” ujar Hernanes dilansir dari Milan News.
“Ia menciptakan permainan, angka-angkanya dalam fase penyelesaian berbicara. Ia juga bidak paling penting, cocok untuk melindungi raja, ia menunjukkan pengorbanannya dalam fase tanpa bola,”
“Faktanya, gol kedua lahir dari setengah bola yang ia curi,” tutur Hernanes yang pernah memperkuat klub Liga Italia macam Lazio, Inter, dan Juventus.
Christian Pulisic melakukan selebrasi dalam laga putaran pertama Coppa Italia 2025-2026 antara AC Milan vs Bari di Stadion San Siro, 17 Agustus 2025;
Dua Kuda Rossoneri
Hernanes lantas mengungkap figur di tim Milan saat yang berperan sebagai raja dan dua kuda.
“Sekarang ia didukung oleh dua kuda, yang dalam catur tidak hanya memiliki kekuatan kasar tetapi bisa melakukan sesuatu yang berbeda, mereka menjelajah lini dan dengan gerakan tak terduga mereka merusak keseimbangan dan membawa tim naik serta bernapas.”
“Raja pada saat ini adalah Allegri. Kudanya adalah Modric dan Rabiot.”
“Karena dengan pengelolaan bola mereka, teknik mereka, mereka selalu mampu menemukan di antara lini sebuah permainan untuk membuat tim naik,” tutur pria yang mengoleksi 27 penampilan bareng timnas Brasil tersebut.
Kemenangan atas Udinese membuat Milan mengoleksi sembilan poin dari tiga laga terakhir, mencatat enam gol, sekaligus mempertahankan catatan nirbobol.
Menurut laporan TMW, Milan tidak pernah mampu meraih tiga kemenangan beruntun tanpa kebobolan sepanjang musim 2024-2025 di bawah asuhan Paulo Fonseca maupun Sergio Conceicao.
Kini, Rossoneri besutan Allegri menduduki peringkat kedua klasemen Liga Italia 2025-2026. Milan hanya berjarak satu angka dengan Juventus yang berada di puncak.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.