Ruxi Bonet Beberkan Keterlambatan Gaji Saat di PSIS, Akui Sudah Lapor FIFA

Madura United, Liga Indonesia, PSM Makassar, PSIS Semarang, Super League, PSIS, Bernardo Tavares, Ruxi Bonet, Super League 2025-2026, Ruxi Bonet Beberkan Keterlambatan Gaji Saat di PSIS, Akui Sudah Lapor FIFA

Kisah tunggakan gaji pemain atau staf pelatih di Super League 2025-2026 kembali mencuat.

Setelah pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares, mengungkap kondisi itu, kini giliran bek Madura United, Ruxi Bonet, yang turut bersuara.

Belum lama ini, Bernardo Tavares mengungkap masalah pelik yang dialaminya bersama staf dan pemain PSM Makassar.

Ia menilai persoalan keterlambatan gaji memengaruhi fokus tim di tengah ketatnya jadwal Super League.

“Ini musim keempat saya di PSM. Sejak musim pertama kita selalu mendapatkan masalah keterlambatan gaji, pembayaran, dan bonus," kata Bernardo Tavares.

"Saya bersama staf dan pemain selalu ingin memberikan yang terbaik untuk klub,” imbuh pelatih asal Portugal itu.

Tavares bahkan mengisahkan pengalaman pahit stafnya yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Saya punya staf yang pekan lalu tidak bisa makan malam karena tidak memiliki uang. Saya sendiri juga hampir lima bulan tidak menerima gaji,” tegasnya.

Meski begitu, Tavares menegaskan persoalan ini bukan alasan utama di balik hasil buruk PSM.

“Ini bukan alasan tentang hasil karena saya profesional. Tapi kondisi seperti ini tidak bisa terjadi di sepak bola profesional,” pungkasnya.

Lima Bulan Gaji Belum Dibayar

Mengikuti jejak Tavares, Ruxi Bonet turut membuka suara soal keterlambatan gaji saat berseragam PSIS Semarang.

Ruxi resmi hengkang pada April 2025 sebelum bergabung dengan Madura United tiga bulan kemudian.

Madura United, Liga Indonesia, PSM Makassar, PSIS Semarang, Super League, PSIS, Bernardo Tavares, Ruxi Bonet, Super League 2025-2026, Ruxi Bonet Beberkan Keterlambatan Gaji Saat di PSIS, Akui Sudah Lapor FIFA

Skuad PSIS Semarang saat bertandang ke markas Persib Bandung di Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung dalam pertandingan pekan ke-26 Liga 1 2023-2024, Jumat (27/2/2024).

Bek 30 tahun itu mengaku gajinya di PSIS menunggak selama lima bulan dan hingga kini belum ada perkembangan.

"Baru 2 bulan musim berjalan, beberapa pelatih dan pemain di Liga Super Indonesia sudah buka suara soal gaji mereka yang belum diterima dalam jangka waktu yang lama," terang Ruxi dikutip dari akun X miliknya.

"Kasus saya dengan mantan klub saya, PSIS, sudah 9 bulan berlalu dan masih belum ada kabar."

Ia menambahkan, komunikasi dengan Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) juga tidak membuahkan kejelasan.

"APPI mengatakan kepada saya bahwa tidak banyak yang bisa mereka lakukan selain mengajukan kasus," lanjutnya.

Walau begitu, pemain kelahiran Valls pada 11 April 1995 itu tetap menghargai langkah yang diambil oleh APPI.

"Saya sangat menghargai upaya mereka secara keseluruhan, tetapi dalam kasus ini saya rasa mereka belum mendesak semaksimal yang kita butuhkan."

Lapor FIFA, Hasil Masih Nihil

Tak berhenti di situ, Ruxi Bonet mengungkap sudah melaporkan kasus keterlambatan gaji tersebut ke FIFA.

Namun, Ruxi menyebutkan apabila hingga kini belum ada titik terang dari pihak PSIS Semarang untuk membayarkan gajinya.

"Kasus saya sudah diajukan ke FIFA, tetapi saya masih belum menerima penyelesaian. Klub masih berutang gaji sekitar 5 bulan kepada saya," ungkapnya.

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.