MLSC Bandung Seri 1 2025-2026, Pola Pembibitan Meningkat demi Prestasi Kota Kembang

Ajang MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Bandung Seri 1 2025-2026 baru rampung digelar di Lapangan Chandradimuka Pusdikif, Bandung, Jawa Barat, Minggu (21/9/2025).
Hal menarik dari perhelatan event besutan Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife tersebut adalah kian bergairahnya sepak bola putri di Bandung.
Pelatih Kepala MLSC Bandung, Fauzi Bramantio, mengungkapkan hal tersebut. Ia mengaku fakta ini menjadi sinyal positif bagi sepak bola putri di Kota Kembang yang sudah menunjukkan prestasi di level nasional.
"Atmosfer sepak bola putri di Jawa Barat, khususnya Bandung ini sangat kuat. Setelah tahun lalu dapat medali emas di PON dan menjuarai Piala Pertiwi All Stars 2025, kini banyak sekolah sepak bola membuka kelas khusus putri."
"Ini menjadi hal positif bagi kebangkitan sepak bola putri di Bandung. Selain dalam urusan prestasi, di pembibitan pun semakin meningkat dengan hadirnya bakat-bakat baru di Miliklife Soccer Challenge kali ini,” ujar Fauzi.
Memang, torehan prestasi sepak bola putri Jawa Barat terbilang mengesankan.
Setelah merebut medali emas Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024, atlet-atlet Kota Kembang juga menjuarai Piala Pertiwi All Stars 2025 U-14 & U-16 2025 di Kudus pada Juli 2025.
Ini membuat Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, angkat topi. Ia mengakui Bandung memiliki segudang talenta berbakat yang bisa diasah menjadi pesepak bola profesional pada masa mendatang.
Kenyataan tersebut termasuk alasan mengapa Bandung selalu menjadi salah satu kota penyelenggaraan turnamen yang menyasar KU 10 dan KU 12.
Ia berharap, gelaran MLSC yang rutin diadakan di Bandung dapat melahirkan atlet-atlet yang kelak menjadi fondasi kejayaan sepak bola putri Indonesia di panggung dunia.
"Kota ini memiliki tradisi sepak bola yang kuat, ada klub elite yang bermarkas di sini sehingga ekosistem sepak bola putri bisa berputar dengan baik."
"Pada penyelenggaraan kali ini pun, kami tidak hanya bertumpu di sektor KU 10 dan KU 12, tapi juga mulai menyosialisasikan sepak bola putri di usia yang lebih dini dengan adanya Festival SenengSoccer untuk siswi usia delapan tahun ke bawah."
"Harapannya, kecintaan terhadap sepak bola putri bisa lahir dari usia yang lebih dini,” tutur Teddy.
Juara MLSC Bandung Seri 1
Dalam final MLSC Bandung seri 1 ini, SD Pelita menjadi jawara KU 10. Mereka menjadi kampiun usai mengalahkan jawara pada seri sebelumnya, SDN 075 Jatayu, dengan skor 3-0.
Naquita Syahmina Guntara menjadi bintang kemenangan timnya. Ia memborong gol SD Pelita yang berarti dirinya mencetak hat-trick.
Sementara itu dalam final KU 12, SDN 026 Bojongloa menapaki podium tertinggi setelah menundukkan perlawanan SDN 004 Cisaranten Kulon dengan skor tipis 2-1.
SDN 004 Cisaranten Kulon unggul lebih dulu lewat Nayla Azzahra Kustiawan.
Namun Azahra Artikasari menyamakan skor dan ia kembali mengoyak jala gawang lawan untuk mengubah skor jadi 2-1 yang bertahan hingga laga usai.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.