Tua-tua Keladi! Kata Luka Modric Usai Bikin Gol untuk AC Milan di Usia 40 Tahun

Pemain AC Milan, Luka Modric
Pemain AC Milan, Luka Modric

 Luka Modric mencetak gol perdananya untuk AC Milan sekaligus menjawab keraguan soal usia. Gol itu hadir beberapa hari setelah ia merayakan ulang tahunnya yang ke-40, saat Rossoneri menang 1-0 atas Bologna di San Siro, Minggu 14 September 2025.

Gol tunggal Modrić tercipta usai menerima umpan tarik dari Alexis Saelemaekers, sebelum ia menyambar bola di kotak penalti. Selain memastikan tiga poin, gol ini juga membuat Modrić masuk jajaran pemain langka yang mampu mencetak gol di Serie A setelah usia 40 tahun.

Dalam wawancara usai laga, Modrić menegaskan bahwa hasil tim lebih penting, namun ia juga meminta agar publik berhenti terlalu menyoroti usianya.

“Saya harap orang tidak lagi mengingatkan saya soal usia! Itu adalah pergerakan yang bagus, Ale memberi umpan luar biasa. Saya pikir seluruh tim bertarung dengan baik. Dari pertandingan ke pertandingan saya yakin kami akan semakin percaya diri,” ujar Modrić dilansir Football Italia.

Ia juga menekankan bahwa Milan masih dalam proses membangun chemistry, mengingat ada beberapa pemain yang belum sepenuhnya kembali dan adaptasi tim masih berjalan.

Alexis Saelemaekers, pemberi assist untuk gol Modrić, turut memberikan komentar penuh respek terhadap sang legenda.

“Saya menonton Modrić ketika masih kecil, jadi bisa bermain bersamanya sekarang adalah mimpi. Dia pemain yang luar biasa, tapi yang lebih penting dia juga pribadi yang sangat baik,” kata Saelemaekers.

Pecahkan Rekor Serie A

Dilansir Opta, Gol ke gawang Bologna ini juga melahirkan rekor baru. Modrić (40 tahun 5 hari) resmi menjadi gelandang tertua yang mencetak gol dalam sejarah Serie A, mematahkan rekor milik legenda Milan, Nils Liedholm (38 tahun 169 hari) yang tercipta pada 26 Maret 1961 saat melawan Inter Milan.

Kemenangan ini juga menjadi bukti karakter kuat AC Milan. Meski pelatih Massimiliano Allegri sempat mendapat kartu merah akibat protes keras kepada wasit, Rossoneri tetap mampu menjaga keunggulan hingga akhir laga.

Bagi Milan, tiga poin ini bukan hanya tentang posisi di klasemen, melainkan juga sinyal bahwa tim tengah berkembang dengan campuran pemain muda dan sosok berpengalaman seperti Modrić.