Pasok Kebutuhan SPBU Swasta, Wamen ESDM: Impor BBM Satu Pintu Lewat Pertamina
Kementerian ESDM bakal menetapkan impor BBM satu pintu melalui PT Pertamina (Persero), guna mengatasi masalah kekosongan BBM yang terjadi di sejumlah SPBU swasta dalam beberapa waktu terakhir.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu data dari pihak-pihak SPBU swasta, guna memastikan bahwa impor yang akan dilakukan bisa benar-benar mencukupi kebutuhan mereka.
Dia menyebut, data sementara yang diperoleh dari hasil konsolidasi beberapa waktu lalu menunjukkan, total jumlah impor BBM yang dibutuhkan mencapai sebanyak 1,4 juta kiloliter (KL).
"Jadi untuk kebutuhan, data sementara 1,4 juta kiloliter. Dari ini kan (diketahui) berapa porsi Pertamina, berapa porsi badan usaha, ini data-datanya kita minta detilkan," kata Yuliot, dikutip Minggu, 14 September 2025.
Dia berharap, data itu bisa benar-benar merinci berapa kebutuhan para SPBU swasta yang akan dipenuhi dari impor BBM, yang nantinya akan dilakukan satu pintu melalu Pertamina tersebut.
"Karena itu nanti proses impornya akan dilakukan satu pintu. Jadi jangan sampai apa yang sudah diberikan itu tidak mencukupi, atau ada permasalahan dalam implementasinya," ujarnya.
Yuliot menambahkan, rencana impor BBM dari Amerika Serikat (AS) ini merupakan bagian dari kesepakatan perdagangan yang telah disepakati sebelumnya antara Indonesia dan AS.
"Ini kan ada berapa perusahaan AS, itu tinggal bagaimana kesepakatan kita. Perusahaan AS yang melakukan pengadaan, misalnya ExxonMobil, Chevron, ini kan merupakan perusahaan AS," kata Yuliot.
"Jadi dari manapun mereka melakukan pengadaan, itu terserah. Tetapi ini dicatatkan sebagai trade balance kita dengan Amerika," ujarnya.