8 Tips Berbusana buat Ibu Baru agar Tampil Lebih Percaya Diri

8 Tips Berbusana buat Ibu Baru agar Tampil Lebih Percaya Diri, 1. Memilih “base”, 2. Menambahkan sentuhan pribadi pada pakaian, 3. Pakaian dengan fitur yang sesuai, 4. Atasan dengan lingkar pinggang tinggi, 5. Fokus pada gaya yang praktis, 6. Menggunakan bahan tekstil tertentu, 7. Sepatu yang nyaman, 8. Jangan rombak gaya anda

Banyak hal yang akan berubah pada hidup seorang perempuan setelah kehadiran bayi.

Perubahan ini meliputi setiap aspek kehidupan, mulai dari jadwal tidur, keuangan, proses berpikir, hingga karier.

Namun salah satu aspek yang butuh penyesuaian terbesar berhubungan dengan penampilan termasuk kemudahan akses menyusui, hingga perubahan bentuk tubuh yang memengaruhi kepercayaan diri.

“Banyak ibu baru merasa tidak percaya diri dengan perubahan tubuh pasca melahirkan dan kesulitan untuk menemukan pakaian yang membuat mereka merasa percaya diri dan cantik,” ujar Brittani Velasquez, pendiri ñuñuy Nursing Apparel, merek busana untuk ibu menyusui, seperti dilansir dari Best Life.

Sebenarnya, mempertahankan selera fesyen lama bukanlah hal yang mustahil untuk seorang ibu baru.

Tapi, ibu juga bisa mencoba memanjakan diri dengan membeli pakaian baru atau mencoba perpaduan busana baru demi tampilan yang lebih segar.

Berikut tips berpakaian untuk ibu baru demi tampilan yang segar dan memukau dari para ahli mode.

Tips berpakaian untuk ibu baru

1. Memilih “base”

“Base” atau dasar diperlukan untuk menonjolkan gaya pribadi, sehingga pemakai lebih percaya diri.

Base juga bisa membantu menciptakan siluet tubuh. Gaya berbusana ini tidak hanya bisa dipraktikan setelah melahirkan, tetapi juga selama kehamilan.

“Membuat pakaian siluet yang pas dan menonjolkan gaya pribadi bisa menjadi solusi yang tepat untuk tidak hanya terlihat luar biasa, tetapi juga merasa sedikit lebih percaya diri daripada biasanya,” kata penata busana dan perancang kostum pemenang Emmg Awards, Brenda Cooper.

Untuk memulainya, pertimbangkanlah pakaian yang lembut dan mudah dikenakan.

Misalnya, celana panjang berpotongan lurus, melebar, atau celana palazzo yang “stretchy”.

“Jika menyukai rok, cobalah rok pensil, A-line, atau rok maxi yang nyaman tanpa resleting, hiasan, atau ikat pinggang yang terstruktur,” katanya.

Padukan salah satu bawahan tersebut dengan atasan yang longgar atau pas di badan, namun bukan yang terlalu ketat.

Jika anda lebih suka gaun, cobalah gaun dengan bagian atas yang lebih leluasa untuk bergerak.

Secara warna, pilih atasan dan bawahan yang senada agar tampak bagus, serasi, dan harmonis, terlepas dari bentuk dan ukuran tubuh.

Cooper menyarankan, pakaian dengan siluet dasar dengan warna-warna klasik yang lebih gelap, seperti hitam, biru tua, zaitun, krem, abu-abu, atau cokelat.

“Karena warna-warna ini mudah untuk dipadukan dengan elemen pakaian lain, cantik, dan tidak akan pernah ketinggalan zaman,” tutupnya.

2. Menambahkan sentuhan pribadi pada pakaian

Setelah base, ambil detail yang menonjolkan sentuhan pribadi.

“Pilih pakaian yang bergaya dan nyaman,” kata Cooper.

Pada lapisan ini kita dapat menggunakan kemeja putih oversized, kardigan dengan bagian depan terbuka, jaket atletik, mantel bergaya kemoceng, hoodie oversized, sweater leher V, dan jaket denim atau kulit.

3. Pakaian dengan fitur yang sesuai

Pakaian seperti gaun dengan tali yang bisa disesuaikan, kemeja berkancing, dan celana dengan ikat pinggang elastis dapat membantu mengakomodasi bentuk tubuh yang berubah.

“Jangan terburu-buru dalam prosesnya, beri diri kita waktu untuk memahami bahwa tubuh telah berubah dan temukan gaya yang sesuai dengan bentuk tubuh kita yang baru,” kata Velasquez.

Berdiskusi dengan penjahit juga dapat membantu kita membuat pakaian yang pas sesuai dengan bentuk tubuh saat ini.

4. Atasan dengan lingkar pinggang tinggi

Menurut Joana Walker, ahli fashion dan kontributor di Margo Paige, menggunakan atasan dengan lingkar pinggang yang tinggi dapat menciptakan ilusi optik yang merampungkan dan memberi kesan tubuh lebih tinggi.

Atasan bergaya empire dengan karet elastis atau tali di bawah dada dan bagian bawah yang mengembang keluar akan menciptakan ilusi perut yang lebih rata.

Ditambah lagi, atasan ini nyaman di pinggang dan area panggul.

5. Fokus pada gaya yang praktis

Menggunakan pakaian yang praktis dan nyaman akan jauh lebih membantu.

Alexa Alspaugh, pendiri The Daily Dress mencontohkan, ketika dia menjadi ibu dirinya sempat mengalami ketidaknyamanan dengan bra tanpa tali. Padahal, ia masih menyukai tampilan gaun tanpa lengan.

“Daripada berhenti menggunakan gaun tanpa lengan, sekarang saya beralih menggunakan gaun yang ramah bra, atau yang memiliki bra built-in,” tuturnya.

6. Menggunakan bahan tekstil tertentu

Bahan pakaian yang bagus adalah kunci untuk membuat ibu merasa nyaman.

“Sebaiknya hindari kain tipis dan satin mengkilap yang dapat menegaskan tonjolan yang mungkin membuat perempuan merasa tidak percaya diri,” kata Melanie DiSalvo, pakar tekstil dan manufaktur pakaian dan pendiri Virtue + Vice.

Menurutnya, kain katun rajut yang lebih berat, terutama yang memiliki kelenturan, cenderung lebih baik dalam menciptakan bentuk tubuh yang lebih ramping.

7. Sepatu yang nyaman

Menggunakan sepatu yang nyaman sangat penting untuk gaya hidup ibu mana pun.

Sebab, ibu yang baru melahirkan akan banyak bergerak, sehingga menggunakan sepatu hak tinggi akan menghambat atau mengurangi kenyamanan.

“Gunakan sepatu kets polos sederhana, sepatu bot pergelangan kaki, flat ballet, atau flat mule berwarna hitam, cokelat, atau biru tua yang sesuai dengan siluet anda.” Jelas Cooper.

8. Jangan rombak gaya anda

Saran terakhir, para ahli gaya mengatakan bahwa sebenarnya kita tidak perlu membeli pakaian baru setelah melahirkan.

Banyak perempuan berpikir bahwa mereka harus mengubah total gaya pribadinya setelah menjadi seorang ibu.

Padahal, seharusnya tidak harus demikian.

“Tetaplah jadi orang yang sama seperti kita sebelum memiliki anak. Kemungkinan besar, warna dan siluet yang sama yang membuat kita bahagia sebelum menjadi seorang ibu akan terus berlanjut,” kata Alspaugh.