KA Cikuray Resmi Pakai Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Petani-Pedagang
Kereta Api (KA) Cikuray resmi menggunakan rangkaian Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Petani-Pedagang mulai 10-11 Juni 2026.
Rangkaian kereta api baru ini diluncurkan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Kabupaten Garut melalui program Rel Ekonomi Rakyat di Stasiun Garut, Kamis (11/6/2026).
"Kehadiran Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Petani-Pedagang diharapkan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi daerah yang tumbuh di sepanjang lintas yang dilayani KA Cikuray,” kata Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha KAI Rafli Yandra, dalam keterangan resmi, Kamis (11/6/2026).
Dalam pengoperasiannya, KA Cikuray menggunakan rangkaian yang terdiri atas enam Kereta Ekonomi Kerakyatan dan satu Kereta Petani-Pedagang.
Stasiun yang dilewati KA Cikuray dan kapasitasnya
KA Cikuray relasi Garut-Pasarsenen melayani 12 stasiun pemberhentian, yakni Garut, Cibatu, Leles, Kiaracondong, Bandung, Cimahi, Purwakarta, Cikampek, Karawang, Cikarang, Bekasi, dan Pasarsenen.
Lintasan tersebut menghubungkan wilayah yang memiliki karakter ekonomi saling melengkapi, mulai dari sentra pertanian dan hortikultura di Garut, pusat perdagangan dan pendidikan di Bandung Raya.
Serta kawasan industri di Purwakarta, Karawang, dan Cikarang, hingga pusat aktivitas ekonomi nasional di Jakarta.
Keberangkatan kereta pertama KA Cikuray relasi Garut-Pasarsenen dari Garut dijadwalkan pukul 06.00 WIB.
Sebaliknya, kereta pertama KA Cikuray relasi Pasarsenen-Garut dijadwalkan berangkat dari Pasarsenen pukul 17.20 WIB:
Kapasitas tempat duduk pada Kereta Ekonomi Kerakyatan meningkat dari 80 menjadi 93 tempat duduk per kereta, sementara Kereta Petani-Pedagang memiliki kapasitas 73 tempat duduk.
Sebagai layanan kereta api Public Service Obligation (PSO), KA Cikuray menghadirkan tarif relasi terjauh Garut–Pasarsenen sebesar Rp45.000 sehingga dapat diakses oleh masyarakat dari berbagai latar belakang.
Alasan KA Cikuray pakai rangkaian Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Petani-Pedagang
Pelaksana tugas harian (Plh) Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Aditya Karsa, menyampaikan bahwa program Rel Ekonomi Rakyat ini bertujuan memperluas akses transportasi publik yang terjangkau, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
“Selain mendukung distribusi hasil pertanian, layanan ini juga berkontribusi terhadap kelancaran rantai pasok pangan yang menjadi bagian penting dalam perekonomian daerah,” ujar dia.
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin juga menyambut baik peluncuran program tersebut.
KAI Luncurkan Rel Ekonomi Rakyat Melalui KA Cikuray di Garut.
Menurutnya, dengan terpilihnya Garut sebagai lokasi pertama peluncuran program ini di Jawa Barat menjadi momentum penting bagi pengembangan ekonomi daerah.
Abdusy menuturkan bahwa Kabupaten Garut memiliki potensi besar pada sektor pertanian, UMKM, dan pariwisata yang dapat berkembang lebih optimal dengan dukungan konektivitas transportasi yang andal.
“Garut memiliki banyak produk unggulan yang lahir dari kerja keras masyarakat. Kehadiran layanan ini membuka peluang yang lebih luas untuk memperkenalkan potensi daerah, memperkuat akses pasar, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat,” tuturnya.
Jumlah pelanggan KA Cikuray
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa pengembangan layanan KA Cikuray dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat di lintas Garut–Pasar Senen.
Data KAI menunjukkan volume pelanggan KA Cikuray terus meningkat dari tahun ke tahun.
Pada 2022, KA Cikuray melayani 293.265 pelanggan. Jumlah tersebut meningkat menjadi 514.767 pelanggan pada 2023, kemudian mencapai 591.089 pelanggan pada 2024 dan kembali bertambah menjadi 615.723 pelanggan pada 2025.
Adapun selama Januari hingga Mei 2026, KA Cikuray telah melayani 266.993 pelanggan.
Secara kumulatif, KA Cikuray telah melayani lebih dari 2,2 juta pelanggan sejak mulai beroperasi.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin besarnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi yang menghubungkan berbagai pusat aktivitas ekonomi dan sosial di sepanjang lintasan yang dilayani.
“Setiap daerah yang dilalui KA Cikuray memiliki karakter ekonomi yang berbeda. Ada sentra pertanian, pusat perdagangan, kawasan pendidikan, kawasan industri, hingga pusat aktivitas ekonomi nasional," ujar Anne.
"Rel Ekonomi Rakyat hadir untuk memperkuat keterhubungan berbagai aktivitas tersebut melalui transportasi yang terjangkau, aman, dan nyaman,” pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang