Mengapa Makin Berumur Persahabatan Makin Bernilai Dibanding Usia Muda
Apakah kamu lebih suka bertemu banyak orang baru, atau menghabiskan waktu dengan geng sahabat karib? Kamu mungkin berpikir jawabannya tergantung pada apakah punya sifat lebih ekstrovert atau introvert. Namun, ada faktor penting lain yang jarang diketahui yang membentuk pilihan pertemanan kita: usia.
Bagi orang di segala usia, persahabatan dapat meningkatkan kesehatan dan harapan hidup kita, demikian ditunjukkan oleh sejumlah besar penelitian.
Makin berumur, persahabatan dapat menjadi sumber kebahagiaan dan kepuasan hidup yang sangat penting. Interaksi yang sering dengan teman dekat justru dapat meningkatkan kebahagiaan di usia lanjut dibanding interaksi dengan keluarga dekat.
Satu penjelasan sederhana untuk hal ini adalah bahwa persahabatan bisa lebih menyenangkan, serta tidak terlalu tegang dan menegangkan, dibandingkan jenis hubungan lainnya.
Alexandra Thompson, seorang peneliti kesehatan mental di Universitas Newcastle di Inggris, sependapat.
"Persahabatan memberi kita manfaat yang sedikit berbeda dibandingkan hubungan keluarga karena berbagai alasan," ujarnya.
"Hubungan keluarga bisa tegang – bisa juga karena kewajiban. Namun, persahabatan adalah tentang minat yang sama, dan ini dapat meningkatkan suasana hati yang positif."
Menurut sebuah studi terhadap orang Amerika berusia di atas 65 tahun, pertemuan dengan teman dianggap lebih menyenangkan daripada pertemuan dengan anggota keluarga. Temuan ini berbeda dengan studi-studi terdahulu yang lebih berfokus pada keluarga dekat sebagai sumber dukungan utama bagi lansia.
Ilustrasi apakah MBTI bisa berubah.
Sengaja berteman dengan sedikit orang
Dibandingkan dengan orang muda, ada satu perbedaan penting dalam cara orang yang lebih tua memilih dan memelihara persahabatan mereka.
"Sementara anak muda cenderung aktif mencari kenalan baru, orang yang lebih tua justru dengan sengaja menyusutkan jejaring sosial mereka," kata Katherine Fiori, seorang profesor psikologi di Universitas Adelphi, New York.
"Meskipun pengurangan jumlah hubungan dalam hidup kita ini memiliki keuntungan penting, hal itu juga memiliki beberapa kelemahan yang perlu diatasi," kata dia dan para ahli lainnya.
Salah satu keuntungan dari memupuk lingkaran yang lebih kecil adalah ikatan yang tersisa dan dipilih dengan sadar, cenderung berkualitas tinggi.
"Seiring bertambahnya usia, perspektif orang tentang masa depan berubah. Prioritas mereka bergeser, dan mereka cenderung berfokus pada tujuan sosio-emosional," kata Fiori.
Ini juga dikenal sebagai teori selektivitas sosio-emosional. Orang dewasa muda melihat masa depan mereka luas dan berfokus pada membangun koneksi baru. Sementara itu, orang dewasa yang lebih tua memprioritaskan menghabiskan waktu dengan orang-orang yang mengenal mereka dengan baik, sehingga secara bertahap mengurangi koneksi mereka.
Selain itu, mereka juga cenderung lebih pemaaf dan positif terhadap teman-teman yang dipilih, karena mereka mencoba menikmati hidup dan sisa waktu bersama, menurut penelitian tersebut.
Namun, kita tidak harus berusia lanjut untuk merasakan efek ini, yaitu lebih berfokus pada hubungan yang dekat, bahagia, dan positif.
Ketika orang muda mau memikirkan betapa rapuhnya hidup, dan terbatasnya waktu mereka di Bumi, mereka juga mengubah tujuan sosial mereka dari strategi yang lebih luas menjadi lebih terfokus. Ini menurut temuan sebuah studi tahun 2016.
Namun, ada baiknya untuk tetap terbuka terhadap pertemanan baru.
"Persahabatan sangat bermanfaat bagi kesejahteraan orang-orang di sepanjang rentang hidup, dan sebagian karena hubungan yang berbeda memiliki peran yang berbeda pula," ujar Fiori.
"Ikatan terdekat kita cenderung memberikan dukungan sosial, dukungan emosional, dan dukungan instrumental – tetapi ada fungsi lain yang kita dapatkan dari hubungan kita yang cenderung sama pentingnya, bahkan mungkin lebih penting, tetapi seringkali berasal dari jenis ikatan yang berbeda."
Menurut Thomson, kuncinya adalah mengutamakan kualitas daripada kuantitas.
"Ini bukan tentang, jika kita terus menambah teman, kita akan melihat berkurangnya rasa kesepian, kita akan melihat peningkatan kesehatan mental, kita akan melihat peningkatan kesehatan fisik. Ini akan selalu tentang memiliki pengalaman dan minat yang sama," katanya.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.