Tielemans: Aston Villa Sempat Sangat Buruk Sebelum Jadi Juara Liga Europa 2025/2026
Aston Villa tampil sebagai kampiun setelah membantai SC Freiburg dengan skor telak 3-0 pada laga final di Tupras Stadium, Istanbul, Turki, Kamis dini hari WIB. Tielemans menjadi salah satu aktor utama kemenangan Villa setelah mencetak gol pembuka lewat tendangan spektakuler pada menit ke-40. Dua gol lainnya dicetak oleh Emiliano Buendia dan Morgan Rogers.
Meski sukses mengakhiri musim dengan trofi Eropa, Tielemans mengakui perjalanan Aston Villa musim ini tidak berjalan mudah. Ia bahkan menyebut timnya sempat tampil sangat buruk di awal musim.
"Perasaan saya luar biasa. Kami telah berjuang keras, memberikan performa terbaik, kami melewati musim yang hebat, dan menutupnya dengan keberhasilan ini sungguh menakjubkan," kata Tielemans dikutip TNT Sports.
"Kami hanya punya waktu satu hari untuk berlatih, kami melakukannya pada hari Senin, dan itu berjalan dengan sangat gemilang malam ini," lanjutnya.
Aston Villa Juara Liga Europa
Pemain asal Belgia itu kemudian mengungkap kondisi Aston Villa yang sempat mengalami masa sulit sebelum akhirnya bangkit dan menutup musim dengan gelar Liga Europa.
"Musim ini penuh dengan pasang surut. Kami memulainya dengan sangat buruk, standar permainan kami sangat amat rendah, tetapi cara kami membalikkan keadaan sungguh luar biasa," ujar Tielemans.
"Apresiasi tinggi untuk para pemain, apresiasi untuk staf pelatih, kami hanya terus bekerja keras, terus percaya, dan pada akhirnya kami meraih kemenangan, tiket Liga Champions musim depan, serta sebuah trofi," tambahnya.
Kemenangan ini menjadi trofi besar pertama Aston Villa sejak menjuarai Piala Liga Inggris pada 1996. Selain itu, gelar Liga Europa juga mengakhiri penantian panjang klub asal Birmingham tersebut di kompetisi Eropa sejak terakhir kali menjadi juara Piala Champions pada 1982.
Jalannya Pertandingan Final
Keberhasilan Aston Villa mengangkat trofi Liga Europa 2025/26 tidak diraih dengan mudah, melainkan lewat performa taktis yang luar biasa di partai puncak. Berhadapan dengan wakil Jerman, SC Freiburg, di Tupras Stadium, Istanbul, anak asuh Unai Emery tampil begitu dominan dan klinis sejak peluit pertama dibunyikan.
Sejak awal laga, Freiburg sebenarnya mencoba bermain disiplin demi meredam agresivitas lini serang Villa. Namun, kematangan taktik Unai Emery—yang kini resmi mengoleksi lima trofi Liga Europa sepanjang kariernya—membuat raksasa Birmingham tersebut tampil satu level di atas lawannya.
Menit 40 (Gol Pertama - Youri Tielemans): Kebuntuan pecah menjelang akhir babak pertama. Berawal dari situasi sepak pojok, bola liar yang bergulir di luar kotak penalti langsung disambar oleh Youri Tielemans. Tendangan voli spektakuler dari gelandang Belgia ini menghujam deras ke pojok kiri gawang, membuat kiper Freiburg, Noah Atubolu, hanya bisa terpaku.
Menit 45+ (Gol Kedua - Emiliano Buendia): Saat Freiburg bersiap turun minum dengan ketertinggalan satu gol, Emiliano Buendia menghadirkan mimpi buruk tambahan di masa injury time. Menerima umpan di sisi kiri kotak penalti, Buendia melakukan kecohan sebelum melepaskan sepakan melengkung indah dengan kaki kirinya ke tiang jauh. Skor 2-0 menutup paruh pertama.
Memasuki babak kedua, Freiburg mencoba keluar menyerang untuk memperkecil ketertinggalan. Namun, duet lini belakang Villa yang dikomandoi Pau Torres tampil sangat solid.
Keasyikan menyerang justru membuat pertahanan Freiburg longgar. Pada pertengahan paruh kedua, Buendia kembali menjadi motor serangan Villa. Lewat penetrasi cepat dari sisi sayap, ia mengirimkan umpan silang mendatar akurat yang langsung disontek dengan manis oleh Morgan Rogers. Gol ketiga ini sekaligus mengunci kemenangan telak 3-0 untuk Aston Villa.
Trofi ini menjadi pembuktian magis Unai Emery sekaligus mengakhiri dahaga gelar Eropa Aston Villa yang sudah berlangsung selama 44 tahun, sejak mereka terakhir kali menjuarai Piala Champions pada 1982 silam.
Susunan Pemain:
Aston Villa (4-2-3-1): Emiliano Martinez; Matty Cash, Ezri Konsa, Pau Torres, Lucas Digne; Victor Lindelof, Youri Tielemans; John McGinn, Morgan Rogers, Emiliano Buendia; Ollie Watkins.
Freiburg (4-2-3-1): Noah Atubolu; Philipp Treu, Philipp Lienhart, Matthias Ginter, Lukas Kubler; Nicolas Hofler, Maximilian Eggestein; Niklas Beste, Johan Manzambi, Vincenzo Grifo; Igor Matanovic.