Jorge Martin Bongkar Alasan Hentikan Balapan MotoGP Valencia Lebih Cepat: Sudah Direncanakan Aprilia

Pembalap Aprilia Jorge Martin
Pembalap Aprilia Jorge Martin

 Jorge Martin membeberkan alasan di balik keputusannya mengakhiri balapan MotoGP Valencia lebih cepat. Menurutnya, langkah itu merupakan keputusan yang sudah dibahas bersama Aprilia sebelum balapan dimulai, mengingat kondisi fisiknya yang masih belum pulih setelah cedera tulang selangka.

Martin yang start dari posisi 17 sebenarnya cukup kompetitif di sprint race, namun kesalahan membuatnya keluar lintasan dan terjebak di posisi belakang. Di balapan utama, ia masih membawa hukuman double long lap buntut insiden di Motegi. Demi menghindari risiko, ia mengaku sengaja melebar di Tikungan 1 untuk tidak terlibat insiden.

“Ketika balapan dimulai, Anda tahu apa saja yang bisa terjadi. Tapi saya melihat dengan jelas tempat untuk keluar dan saya langsung pergi ke luar lintasan,” ujarnya seperti dikutip crash.net.

Ia menegaskan tidak ada gunanya bertarung di dalam rombongan karena risiko kecelakaan sangat besar, apalagi melihat insiden yang melibatkan Johann Zarco dan Francesco Bagnaia.

Jorge Martin Aprilia Racing

Setelah menuntaskan dua long lap dan mengumpulkan data, Martin masuk pit pada lap ke 14. Ia mengatakan dalam kutipan tidak langsung bahwa keputusan itu adalah hasil diskusi dengan Aprilia sejak awal dan dirinya memang menargetkan berhenti lebih cepat karena kondisi tubuh tidak memungkinkan menyelesaikan balapan penuh.

“Saya sangat kelelahan sepanjang akhir pekan, jadi targetnya memang menghentikan balapan,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa dirinya sudah merasakan nyeri dan keletihan, sehingga melanjutkan lomba tidak masuk akal. Tim juga memberi instruksi melalui pitboard untuk menghentikan balapan, tetapi Martin memilih melakukan satu lap tambahan untuk menyapa penggemarnya.

“Saya hanya ingin menyapa fan club saya. Rasanya aneh, karena Valencia biasanya selalu menjadi momen yang menyenangkan untuk menutup musim,” katanya.

Di balik balapan singkat itu, Martin tetap memanfaatkan kesempatan mencoba beberapa perubahan setelan motor untuk persiapan tes hari Selasa. Ia menjelaskan secara tidak langsung bahwa beberapa ubahan dilakukan hanya demi menambah informasi penting bagi tim, dan hasilnya menunjukkan arah yang dicoba ternyata bukan solusi yang tepat.

“Hari ini saya mengubah beberapa hal pada motor. Hanya untuk mendapatkan informasi. Kami sekarang tahu lebih banyak, dan kami tahu bahwa itu bukan arah yang benar,” ujarnya. Ia juga mencoba memahami kebutuhan mapping mesin agar lebih kompetitif.

Martin menilai bahwa Aprilia terus membuat kemajuan, namun kunci sesungguhnya ada pada tes berikutnya.

“Yang penting adalah hari Selasa, karena saya masih belum seratus persen. Pada Februari nanti saya akan siap mengambil risiko untuk mengejar tiga atau empat persepuluh detik yang saya butuhkan untuk menang,” tutup Martin..