Takut Kanker! Ini Alasan Sebenarnya Ayu Aulia Angkat Rahim
Keputusan Ayu Aulia untuk menjalani operasi pengangkatan rahim sempat memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Nama model berusia 30 tahun itu belakangan menjadi sorotan setelah muncul berbagai pernyataan kontroversial yang mengaitkan tindakan medis tersebut dengan dugaan kehamilan yang melibatkan sosok bupati berinisial R.
Namun, di balik ramainya isu yang berkembang, Ayu Aulia mengungkap alasan lain yang menurutnya menjadi faktor utama di balik keputusan besar dalam hidupnya itu. Scroll lebih lanjut yuk!
Dalam penjelasan terbarunya, Ayu Aulia menyebut masalah kesehatan yang dialaminya ternyata telah berlangsung cukup lama. Ia mengungkap bahwa kondisi tubuhnya sudah bermasalah sejak beberapa tahun silam akibat kemunculan tumor yang berulang kali menyerang.
"Ceritanya itu semua terjadi dari 2017. Dari kista diangkat, dari miom diangkat, dari tumor-tumor diangkat," kata Ayu Aulia, dalam konferensi pers di kawasan Pangeran Antasari, Jakarta Selatan, Kamis 14 Mei 2026.
Penyakit tersebut rupanya menjadi beban berat bagi Ayu Aulia karena gangguan kesehatan itu terus datang meski berbagai tindakan medis telah dilakukan. Ia mengaku harus berkali-kali masuk ruang operasi demi mengangkat tumor yang terus muncul kembali.
"Jadi setiap tahun itu saya operasi loh. Operasi tumor, tumor, tumor, ternyata tumor itu tumbuh kembali," jelasnya.
Situasi disebut semakin berat ketika memasuki tahun 2020. Pada masa itu, kondisi tumor yang dialaminya mulai memengaruhi area saluran reproduksi secara serius. Gangguan tersebut tak hanya menimbulkan rasa sakit secara fisik, tetapi juga memberikan tekanan emosional yang besar.
Menurut pengakuannya, dokter menyatakan kondisi yang dialaminya berpotensi mengganggu kemungkinan kehamilan normal di masa depan. Kabar tersebut menjadi pukulan yang sangat berat bagi dirinya.
"Di situ diambil mau enggak mau secara kecewa hati saya hancur sebagai seorang wanita," ucap Ayu Aulia.
Tidak berhenti sampai di situ, penyebaran tumor disebut terus berkembang. Kondisi tersebut bahkan disebut mulai mengarah pada risiko kesehatan yang lebih serius. Dari hasil pemeriksaan medis yang dijalaninya, Ayu Aulia mengaku mendapat peringatan mengenai kemungkinan komplikasi yang lebih berbahaya apabila tidak segera dilakukan tindakan.
"Risiko ke depannya kalau tidak hamil itu akan bisa ke arah cancer," imbuhnya.
Pernyataan itu kemudian menjadi salah satu alasan yang membuat Ayu Aulia akhirnya memilih mengambil langkah medis besar, yakni menjalani pengangkatan rahim. Di tengah dilema antara mempertahankan fungsi reproduksi atau menjaga kondisi tubuh secara keseluruhan, ia mengaku memilih keputusan yang dianggap paling aman untuk kesehatannya.
"Jadi saya berpikir ya hamil sama siapa akan gitu, suami aja belum punya kan gitu ya," kata Ayu Aulia.
Di sisi lain, pernyataan Ayu Aulia mengenai sosok Bupati R yang sebelumnya sempat disebut sebagai pihak yang menghamilinya juga memunculkan kebingungan publik. Sebab narasi yang berkembang sebelumnya mengarah pada dugaan bahwa pengangkatan rahim terjadi karena persoalan kehamilan.
"Semua ada rentetan cerita, pertama kan pasti gara-gara kehamilan," kata Ayu.
Namun setelahnya, Ayu Aulia justru memberikan pernyataan berbeda yang mengejutkan. Ia mengaku bahwa cerita mengenai sosok Bupati R hanyalah bagian dari halusinasi yang diucapkannya.
"Nah hamil sama siapa ya berhalusinasi sendiri aja saya. Ngelantur aja. Ya kan keren kalau hamil sama bupati," tutur Ayu Aulia.