Alasan Keluarga Bongkar Makam Lansia di Magelang, Kehilangan Uang Picu Kecurigaan

ekshumasi, Alasan Keluarga Bongkar Makam Lansia di Magelang, Kehilangan Uang Picu Kecurigaan

Makam seorang nenek atau lansia berinisial S di Dusun Plambongan, Desa/Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dibongkar pada hari ini, Selasa, 17 Maret 2026.

Proses ekshumasi lansia wanita itu dipicu adanya kecurigaan dari pihak keluarga atas penyebab kematian yang tidak wajar.

Berdasarkan pantauan , Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Jawa Tengah tiba di pemakaman sekitar pukul 09.13 WIB.

Diketahui, S meninggal di usia 60 tahun dan langsung dimakamkan di Makam Sasono Loyo, Kecamatan Dukun.

Kronologi S ditemukan meninggal dunia

Sang suami yang berinisial N, menemukan S di kamar tidur dalam kondisi tak bernyawa pada 12 Februari 2026.

Kepala Polsek AKP Setia Darminta mengatakan, pada awalnya keluarga menerima kematian S, sehingga menolak adanya otopsi di rumah sakit.

"Bidan desa yang memeriksa jenazah, secara kasat mata, tidak menemukan tanda-tanda mencurigakan," ucap Setia.

Sehingga S pun langsung dimakamkan saat itu juga.

Kecurigaan muncul selepas adanya kehilangan uang

Namun tak lama, berdasarkan pengakuan N, mereka kehilangan uang Rp 30 juta dan perhiasan emas seberat 15 gram dalam peristiwa penemuan S.

N kemudian membuat laporan pencurian ke Polsek Dukun pada 25 Februari 2026.

"Berjalannya waktu ada dugaan kematian (S) yang tidak wajar. Sehingga keluarga memohon penyidik untuk dilakukan otopsi," beber Setia.

Dalam penyelidikan kasus ini, Polsek Dukun sudah memeriksa beberapa saksi terkait dugaan kasus pencurian yang dilaporkan N.

Total, hingga berita ini diturunkan, sudah ada 14 saksi yang diperiksa polisi.

"Kami sudah lakukan olah TKP (tempat kejadian perkara). Namun demikian, (kondisi) TKP sudah berubah dari kejadian di tanggal 12 Februari," imbuhnya.

Setia menjelaskan, saat pertama kali ditemukan, jenazah S sebenarnya sudah sempat diperiksa oleh bidan desa dan keluarga tidak mencurigai apa pun.

Tapi kini, pihak keluarga menilai kematian S tidak wajar hingga akhirnya bersedia untuk membongkar makam guna memastikan penyebab kematiannya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang