Ditinggal Gregoria, Putri KW Naik Level Jalani Peran Baru di Pelatnas
Keputusan Gregoria Mariska Tunjung mundur dari Pelatnas PBSI beberapa waktu lalu membawa dampak besar terhadap Putri Kusuma Wardani.
Gregoria Mariska yang notabene tunggal putri paling senior di Pelatnas PBSI memutuskan mundur dengan alasan pemulihan kesehatan.
Namanya disegani karena menjadi tumpuan prestasi tunggal putri Indonesia selama kurang lebih empat tahun terakhir. Dia sempat menyabet medali perunggu Olimpiade Paris 2024.
Ketika Gregoria sudah tak ada lagi di Pelatnas, praktis posisinya digantikan oleh Putri Kusuma Wardani. Sebuah tanggung jawab besar sekaligus beban tersendiri.
Putri KW menyadari mundurnya Gregoria membuat tugas mengayomi junior serta mempertahankan prestasi di kancah internasional jatuh kepadanya.
"Bebannya kak Grego sekarang pindah ke aku," kata Putri KW kepada awak media, termasuk KOMPAS.com, di Pelatnas PBSI, Rabu (20/5/2026).
"Tapi ya aku jalani dengan senang hati dan terus berpikiran positif. Selalu ada banyak orang di belakang aku yang selalu memotivasi," jelasnya.
Banyak Belajar dari Gregoria
Kesempatan berlatih bareng di Pelatnas PBSI banyak digunakan Putri KW untuk belajar dari Gregoria yang diakuinya sangat menyenangkan sebagai panutan.
Satu hal yang membuat Putri salut kepada Gregoria adalah kemampuan bangkit dari keterpurukan. Masih segar dalam ingatan saat dia kesulitan bersaing di level elite pada 2021.
Namun, perlahan Gregoria bisa memperbaiki kualitas permainan hingga menembus Top 10. Gelar bergengsi pun mulai diraih, termasuk medali perunggu Olimpiade Paris 2024.
Gregoria Mariska Tunjung kala beraksi melawan Petra Maixnerova dalam partai 64 besar BWF World Championships alias Kejuaraan Dunia 2025 yang digelar di Arena Porte de la Chapelle, Paris, Perancis, Senin (25/8/2025).
"Dia kan sempat jatuh dan bisa bangkit. Kegigihan saat latihan dan mungkin pola pikir Kak Grego itu sangat baik sih," ujar Putri KW.
"Aku juga banyak belajar dari dia tentang teknik di lapangan karena Kak Grego punya tangan yang luar biasa," imbuhnya.
Pukulan Gregoria memang dikenal ajaib. Dia sering membuat lawan terkecoh dan mati langkah dengan gaya bermain yang enak ditonton.
"Pukulan-pukulannya cukup menyulitkan lawan dan apa ya, tidak bisa dideskripsikan kalau belum bertemu dia langsung begitu," ungkap Putri KW.
Putri KW Ranking Tertinggi
Saat ini, Putri KW memegang ranking paling tinggi di sektor tunggal putri Indonesia. Dia menduduki peringkat keenam dunia, jauh di atas atlet-atlet pelatnas lain.
Adapun juniornya seperti Thalita Ramadhani Wiryawan, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi, Mutiara Ayu Puspitasari masih berada di luar 50 besar.
Begitu pula Ester Nurumi Tri Wardoyo yang sempat naik daun dua tahun lalu. Dia baru pulih setelah cukup lama berkutat dengan cedera.
Satu mimpi besar keluar dari mulut Putri KW. Dia berharap kelak bisa melampaui pencapaian Gregoria Mariska di Olimpiade.
"Terakhir Kak Grego kan meraih perunggu Olimpiade. Jadi, aku inginnya bisa Insha Allah lebih dari itu lah," tandasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang