Dikecam Warganet, Juri Cerdas Cermat MPR: Ngeledekin Saya Gak Bikin Saya Jatuh
Polemik penilaian dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat kembali menjadi sorotan setelah beredar tangkapan layar status WhatsApp (WA) yang diduga milik salah satu juri, Indri Wahyuni.
Dalam unggahan unggahan akun Instagram @jakartapenin, terdapat sejumlah tangkap layar menampilkan Status WA yang diduga dibuat oleh Indri Wahyuni untuk menanggapi kritik dan hujatan warganet terhadap dirinya.
Status WA tersebut mulai ramai diperbincangkan setelah cuplikan video kontroversi penilaian LCC MPR Kalbar viral di media sosial.
“Ngeledekin gua ga akan bikin gua jatuh,” demikian bunyi salah satu status yang diduga diunggah oleh Indri Wahyuni.
Dalam status lainnya, akun yang diduga milik Indri juga menyinggung soal kemenangan SMAN 1 Sambas yang tetap dianggap layak menjadi juara dalam kompetisi tersebut.
Sebelumnya, polemik ini bermula ketika Regu C yang diwakili Josepha Alexandra, siswa SMAN 1 Pontianak memberikan jawaban dalam sesi rebutan terkait lembaga yang harus diperhatikan DPR dalam memilih anggota BPK.
Peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat
Namun jawaban tersebut dianggap salah oleh dewan juri hingga membuat tim Josepha mendapat pengurangan poin -5.
Tak lama kemudian, Regu B dari SMAN 1 Sambas memberikan jawaban yang dinilai serupa dan justru dinyatakan benar oleh juri. Keputusan itu langsung diprotes peserta dari Josepha karena merasa telah memberikan jawaban yang sama lebih dahulu.
Menanggapi protes tersebut, Indri Wahyuni selaku juri menyebut artikulasi jawaban Josepha kurang jelas terdengar oleh dewan juri.
“Artikulasi itu penting. Jadi biasakan menjawab itu dengan artikulasi yang jelas,” ujar Indri saat lomba berlangsung.
Pernyataan itu kemudian menuai kritik dari publik di media sosial. Banyak warganet menilai keputusan juri tidak konsisten dan memicu kontroversi dalam kompetisi tingkat provinsi tersebut.
Hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi dari pihak terkait mengenai keaslian status WhatsApp yang beredar tersebut.