Sara Wijayanto Tuangkan Pengalaman Horor Sekaligus Emosional Lewat Cerita Lila
Rumah produksi MVP Pictures resmi memperkenalkan teaser perdana film horor terbaru berjudul Cerita Lila. Film ini menarik perhatian karena tidak hanya menyuguhkan kisah menyeramkan, tetapi juga diangkat dari pengalaman nyata yang berkaitan dengan hasil penelusuran Sara Wijayanto bersama timnya dalam program Diary Misteri Sara (DMS).
Melalui teaser terbary yang dirilis, penonton diperlihatkan suasana penuh ketegangan dengan visual gelap dan atmosfer yang perlahan membangun rasa tidak nyaman. Setiap adegan tampak dirancang untuk menghadirkan nuansa misterius sekaligus emosional, memperlihatkan bahwa film ini tidak sekadar mengandalkan elemen kejut khas horor semata.
Sutradara Bobby Prasetyo menjelaskan bahwa teaser tersebut memang dibuat untuk membangkitkan rasa penasaran publik tanpa membuka seluruh inti cerita. Menurutnya, pendekatan tersebut diharapkan mampu membuat penonton semakin tertarik mengikuti kisah yang tersimpan di balik teror dalam film.
"Kami ingin penonton merasakan atmosfernya terlebih dahulu—tanpa mengetahui sepenuhnya apa yang sebenarnya terjadi. Karena rasa penasaran itulah yang akan membawa mereka masuk lebih dalam," ujar Bobby Prasetyo dalam keterangan resminya.
Sementara itu, Sara Wijayanto mengungkapkan bahwa kisah “Lila” menjadi salah satu pengalaman yang paling membekas selama dirinya mendalami berbagai kasus misteri. Ia mengaku memiliki kedekatan emosional tersendiri dengan cerita tersebut karena dianggap berbeda dibanding pengalaman lainnya.
"Ada sesuatu dalam kisah ini yang berbeda. Sangat personal, sangat emosional, dan sulit dilupakan," ungkap Sara Wijayanto.
Film ini juga diperkuat deretan pemain yang sudah akrab dengan genre drama maupun horor. Salah satu pemeran utama, Lutesha, memerankan karakter Tari, seorang ibu tunggal yang tengah menghadapi persoalan hidup cukup berat.
Dalam keterangannya saat perilisan poster dan trailer film, Lutesha menjelaskan karakter Tari harus berjuang membesarkan anak seorang diri di tengah konflik perceraian dan perebutan hak asuh.
"Tari adalah seorang ibu tunggal (single mother) yang sedang berjuang menghidupi anaknya sendirian karena proses perceraian dan perebutan hak asuh," kata Lutesha, di Mall Kota Kasablanka, Jakarta, Rabu 6 Mei 2026.
"Di tengah masalah itu, dia harus menjual rumah yang ternyata dihuni oleh sosok Lila, Suti, dan Rahma. Dari sanalah teror dimulai," ujar Lutesha.
Lutesha juga mengaku awalnya mengira film garapan Bobby Prasetyo tersebut akan dipenuhi adegan jump scare seperti film horor pada umumnya. Namun setelah mendalami cerita, ia melihat ada unsur drama emosional yang kuat sehingga membuat pengalaman menonton terasa lebih mendalam.
Produser Amrit Punjabi menegaskan bahwa Cerita Lila dirancang untuk memberikan pengalaman horor yang terasa nyata. Ia berharap penonton tidak hanya merasa takut saat menyaksikan filmnya, tetapi juga terbawa suasana emosional bahkan setelah keluar dari bioskop.
"Melalui Cerita Lila, kami ingin menghadirkan sesuatu yang lebih dari sekadar rasa takut. Ini adalah pengalaman yang terasa nyata—yang mungkin akan terus terbawa bahkan setelah penonton meninggalkan bioskop," tegas Amrit.