Tanpa Pengalaman Pacaran, Rizwan Fadilah Tuangkan Kisah Cinta di EP Imajinasi

Rizwan Fadilah
Rizwan Fadilah

 Meski mengaku belum pernah berpacaran, Rizwan Fadilah justru memilih merilis lagu-lagu bertema cinta dalam mini album (EP) terbarunya yang diberi judul Imajinasi pada Rabu, 10 September 2025. 

Menurutnya, banyak inspirasi yang ia dapatkan dari cerita orang lain yang kemudian dijadikan sebagai lirik dalam lagu-lagunya. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya. 

Rizwan Fadilah

Rizwan Fadilah

“Karena aku juga kan belum ada pengalaman soal cinta. Apalagi galau-galau. Akhirnya kepikiran, imajinasi. Karena rata-rata lagu yang aku tulis, yang aku bikin, semua tuh asal dari imajinasi aku. Jadi kalau aku dengar cerita orang, aku imajinasiin nanti di lagu,” ujar Rizwan Fadilah saat konferensi pers di Kemang, Jakarta, pada Rabu, 10 September 2025. 

EP ini berisi lima lagu yang ia garap bersama sejumlah musisi dan produser. Lima tersebut adalah Sendiri Lagi, Biarlah Berlalu, Rinduku Selamanya, Tanda Tanya, dan Tanpa Bicara. Salah satu yang menurut Rizwan punya tempat spesial ialah Sendiri Lagi. 

“Aku suka semua sih. (Paling dijagokan) Sendiri Lagi,” ujarnya lagi.

Uniknya, walau merilis banyak lagu cinta, Rizwan mengaku sama sekali belum pernah berpacaran. 

“Nggak pernah,” katanya. 

Rizwan Fadilah

Rizwan Fadilah

Alih-alih pengalaman pribadi, ia lebih sering mengambil referensi dari kisah orang-orang terdekatnya atau cerita yang ia dengar sehari-hari. Dari situlah lahir lagu-lagu yang menurutnya bisa dekat dengan perasaan banyak orang.

Dalam proses kreatifnya, Rizwan tidak berjalan sendiri. Ada dukungan besar dari keluarga, seperti Rizky Febian dan Mahalini.

Menurut Rizwan, perjalanan menuju perilisan Imajinasi cukup panjang. Ia bercerita bahwa proses pengerjaan total memakan waktu hampir setahun. Dari ide awal hingga akhirnya bisa rampung, banyak hal ia pelajari, terutama soal bagaimana mengolah imajinasi menjadi karya musik yang bisa dinikmati orang banyak.

Bagi Rizwan, Imajinasi bukan sekadar debut EP, melainkan langkah awal untuk memperlihatkan jati dirinya sebagai musisi muda. Ia ingin karyanya bukan hanya didengar, tetapi juga dirasakan. Walaupun belum punya pengalaman langsung soal cinta, ia membuktikan bahwa perasaan bisa dihadirkan lewat imajinasi dan empati pada cerita orang lain.