Lebih dari 32 Ribu Calon Pesepakbola Putri, MLSC Raih Penghargaan PSSI Awards 2026

MilkLife Soccer Challeng PSSI Awards 2026
MilkLife Soccer Challeng PSSI Awards 2026

 Program MilkLife Soccer Challenge meraih penghargaan Grassroots Development Program of The Year dalam ajang PSSI Awards 2026 yang digelar di Jakarta akhir pekan lalu. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa pembinaan sepak bola putri usia dini di Indonesia mulai mendapat perhatian serius.

Program yang diinisiasi oleh Djarum Foundation melalui Bakti Olahraga bersama susu MilkLife tersebut diharapkan bisa terus mendorong anak-anak usia dini untuk mencintai sepak bola putri sekaligus berprestasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengatakan bahwa PSSI Awards bukan sekadar malam penghargaan, melainkan bentuk apresiasi bagi seluruh pihak yang berkontribusi membangun sepak bola Indonesia dari level paling bawah hingga level prestasi.

“Panggung ini untuk mengapresiasi para pahlawan di lapangan hijau. Bukan cuma pemain, tetapi juga wasit, PSSI provinsi, sponsor, komunitas, dan banyak pihak lain yang terus bekerja dari level grassroots sampai sepak bola prestasi. PSSI Awards hadir dengan semangat yang lebih hangat, lebih dekat, dan lebih membumi,” ujar Erick.

Penghargaan tersebut diterima oleh Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono. Ia menyebut apresiasi dari PSSI menjadi motivasi besar untuk terus mengembangkan kompetisi ini agar menjadi lokomotif pembinaan sepak bola putri usia dini di Indonesia.

Menurut Teddy, penghargaan ini juga didedikasikan untuk mendiang Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono yang selama ini konsisten mendukung pembinaan olahraga melalui Djarum Foundation, serta semua pihak yang bekerja di balik layar MilkLife Soccer Challenge.

MilkLife Soccer Challenge sendiri bermula pada 2023 di Kudus, Jawa Tengah, dan kini telah berkembang pesat dengan menjangkau 12 kota di Indonesia seperti Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung, Semarang, Kudus, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Samarinda, dan Banjarmasin. Di setiap kota, kompetisi digelar dua kali dalam setahun.

Jumlah peserta juga terus meningkat setiap seri. Pada Seri 1 tahun 2024 tercatat 5.163 peserta, lalu meningkat menjadi 10.051 peserta pada Seri 2 2024. Sementara pada Seri 1 musim 2025–2026, jumlah peserta kembali naik menjadi 17.492 siswi. Secara total, sejak pertama kali digelar, MilkLife Soccer Challenge telah diikuti lebih dari 32 ribu calon pesepakbola putri.

Dampak program ini juga dirasakan langsung oleh sekolah-sekolah peserta. Kepala Sekolah SDN Klepu 03 Semarang, Didit Sulistio, menyebut turnamen kelompok umur 8, 10, dan 12 tahun membuat siswa lebih aktif berolahraga, lebih sehat, dan berkembang secara kognitif. Sekolahnya bahkan berhasil meraih juara KU 10 empat seri beruntun.

Tak hanya itu, MilkLife Soccer Challenge juga melahirkan talenta muda. Salah satu alumninya, Albianca Raula, mengaku turnamen ini sangat membantu dirinya mengembangkan teknik dan mental hingga sempat mengikuti seleksi Timnas Wanita U-16.

Hal serupa dirasakan Ika Wonda yang pernah mengikuti turnamen internasional JSSL Singapore 7’s 2025 dan meraih runner-up bersama timnya setelah berkembang dari MilkLife Soccer Challenge.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain pertandingan 7 lawan 7 untuk KU 10 dan KU 12, kompetisi ini juga menghadirkan Festival SenengSoccer untuk KU 8, Skill Challenge, hingga program MilkLife Soccer Extra Training. Nantinya, talenta terbaik dari seluruh kota akan dipertemukan dalam MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2025–2026 yang akan digelar Juni 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, dengan format baru 9 lawan 9.

Sementara itu, MilkLife Soccer Challenge Seri 2 musim 2025–2026 akan kembali bergulir mulai April 2026 di sejumlah kota seperti Samarinda, Bekasi, Banjarmasin, Kudus, Surabaya, dan Malang. Kompetisi ini diharapkan terus melahirkan generasi baru pesepakbola putri Indonesia di masa depan.