MLSC Bekasi Seri 1 2025-2026, Timo Scheunemann Angkat Topi Lihat Aksi Pemain Putri di Kota Patriot

Timo Scheunemann, sepak bola putri, MilkLife Soccer Challenge, sepak bola kelompok usia, MLSC Bekasi Seri 1 2025-2026, Timo Scheunemann Angkat Topi Lihat Aksi Pemain Putri di Kota Patriot

Head Coach MilkLife Soccer Challenge (MLSC), Timo Scheunemann, angkat topi melihat daya juang dan semangat para pemain putri di Kota Bekasi.

Pria yang memiliki lisensi kepelatihan UEFA A di Jerman sejak 2007 ini cukup terkejut dengan aksi para penggawa di setiap tim yang sudah memiliki teknik dasar bermain sepak bola. 

Bahkan menurutnya, kualitas peserta di Bekasi lebih baik ketimbang kota lain di perhelatan perdana MLSC.

“Yang menarik Bekasi Seri 1 ini kualitasnya lebih bagus dari kota-kota lain ketika baru dimulai MilkLife Soccer Challenge." 

"Yang pasti ini awal yang sangat positif dan saya berharap guru serta kepala sekolah paham bahwa apa yang dilakukan Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife ini adalah komitmen jangka panjang, dan itu membutuhkan dukungan semua pihak."

"Terutama program latihan untuk siswi tolong digalakkan agar kualitas mereka terus meningkat,” tutur Timo. 

Ia mengungkapkan hal tersebut usai perhelatan MLSC Bekasi Seri 1 2025-2026 yang diselenggarakan di Bekasi International Soccer Field dan Lap Yonif 202 Tajimalela pada 9 hingga 14 September 2025. 

Turnamen sepak bola putri yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife ini diikuti 1.036 peserta dari 67 sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) yang berasal dari Bekasi dan sekitarnya. 

Mereka tergabung dalam 92 tim yang terdiri dari 28 tim KU 10 dan 64 tim KU 12.

Pada KU 10, SDN Pasar Baru 01 menjadi juara. Mereka mengalahkan SDN Jatiwaringin 2 dengan skor 3-1.

Sementara itu pada KU 12, SDN Padurenan IV menempati podium utama setelah menaklukkan SDN Sukaresmi 06. 

Gelandang SDN Padurenan IV, Najwa Hairunnisa, menjadi pahlawan kemenangan. Ia mencetak gol tunggal timnya yang menang 1-0.

Perwakilan Bakti Olahraga Djarum Foundation, Satia Chandra Wiguna mengapresiasi tingginya animo peserta maupun dukungan dari berbagai pihak, mulai dari dinas pendidikan, kementerian agama, sekolah, hingga orang tua terhadap kesuksesan terselenggaranya MLSC di Kota Patriot. 

Selain besarnya kuantitas, srikandi muda sepak bola juga menunjukkan performa maksimal ketika di lapangan. Begitu pula dengan pendukung tim yang tak kenal lelah memberi semangat dari bangku tribun.

“Meski baru pertama kali digelar di Bekasi, antusias dari para pesepak bola putri belia sangat besar. Kami juga berterima kasih kepada stakeholder terkait yang mendukung MLSC."

"Hal ini membuat kami semakin optimistis bahwa regenerasi atlet sepak bola Tanah Air dapat terjaga. Semua ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak,” ujar Chandra.

Bekasi dirujuk menjadi salah satu kota penyelenggaraan MLSC 2025-2026 mengingat sejarah panjang serta kecintaan masyarakat yang sangat kuat di bidang sepak bola. 

Sementara itu Timo mengatakan bahwa ia beserta jajaran tim talent scouting telah mengantongi 31 nama dari MLSC Bekasi Seri 1 yang nantinya diseleksi lagi untuk menjalani extra training. 

Ia berharap di Bekasi semakin banyak sekolah sepak bola (SSB) baik yang khusus putri ataupun SSB putra yang membuka kelas putri.

“Kami ada 31 nama yang akan diundang untuk diseleksi kembali menjadi 25 pemain. Di setiap kota kami menyiapkan total 50 pemain yang terbagi menjadi 25 tingkat SD, dan 25 tingkat SMP."

"Jadi nanti ke depannya total di 10 kota penyelenggaraan MLSC akan ada 500 talenta yang kami pantau perkembangannya dan mendorong untuk giat berlatih di SSB setempat."

"Terlebih kami juga menyiapkan HYDROPLUS Soccer League U-14 yang bakal rutin bergulir setiap dua minggu sekali, sementara di empat kota dulu,” pungkas Timo.

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.