Buffon Ungkit Insiden Zidane-Materazzi, Sentil Kegagalan Italia

Timnas Italia, Piala Dunia, Azzurri, Buffon Ungkit Insiden Zidane-Materazzi, Sentil Kegagalan Italia

Kiper legendaris Italia, Gianluigi Buffon, mengenang kembali salah satu momen paling ikonik dalam sejarah sepak bola dunia, yakni insiden tandukan Zinedine Zidane kepada Marco Materazzi pada final Piala Dunia 2006.

Buffon juga menyoroti Timnas Italia yang gagal tiga kali beruntun untuk tampil di Piala Dunia.

Dalam wawancara terbaru, Buffon mengungkap bahwa dirinya menjadi salah satu saksi kunci dalam kejadian tersebut.

Dilansir dari The Guardian, Ia bahkan turut memberi tahu wasit tentang insiden yang berujung kartu merah bagi Zidane.

“Saya berada sekitar 15 meter dari kejadian itu dan saya bisa mendengar bunyinya. Kalau dia melakukan hal itu kepada orang lain, orang itu pasti sudah pingsan,” ujar Buffon.

“Asisten wasit tidak melihatnya. Satu-satunya yang menyaksikannya adalah saya. Jadi, saya berlari menghampiri wasit dan asistennya untuk menarik perhatian mereka. Materazzi tergeletak di lapangan, Zidane tak bergerak, saya sedang memprotes, dan akhirnya pertandingan dihentikan,” lanjut dia.

Buffon Kenang Insiden Zidane dan Materazzi

Timnas Italia, Piala Dunia, Azzurri, Buffon Ungkit Insiden Zidane-Materazzi, Sentil Kegagalan Italia

Zinedine Zidane berjalan tertunduk meninggalkan lapangan usai diganjar kartu merah dalam laga Italia vs Perancis pada final Piala Dunia 2006 di Stadion Olympia, Berlin, pada 9 Juli 2006. Zidane diusir wasit usai menanduk dada bek Italia, Marco Materazzi.

Insiden tersebut terjadi menjelang akhir babak tambahan, tak lama setelah Buffon melakukan penyelamatan gemilang dari sundulan Zidane, tidak lama dari itu emosi memuncak hingga Zidane menanduk Materazzi di dada.

Buffon mengaku memiliki perasaan campur aduk atas kejadian tersebut, mengingat laga itu merupakan pertandingan terakhir Zidane sebagai pemain sepak bola.

“Saya merasa terguncang dan diliputi perasaan campur aduk. Saya tahu itu adalah pertandingan terakhir Zidane, dan dia adalah salah satu pemain terhebat dan paling berkelas dalam sejarah sepak bola.”

“Dan saya merasa sedih bahwa karirnya berakhir dengan cara seperti itu” tambahnya.

Italia kemudian keluar sebagai juara setelah menang adu penalti, dengan Buffon menjadi salah satu sosok kunci dalam keberhasilan tersebut.

Italia Gagal Bangkit, Absen di Tiga Piala Dunia Beruntun

Di sisi lain, Buffon juga menyoroti kondisi terkini tim nasional Italia yang mengalami penurunan performa dalam beberapa tahun terakhir.

Azzurri tercatat gagal lolos ke Piala Dunia dalam tiga edisi beruntun, termasuk kegagalan terbaru di babak playoff kualifikasi Piala Dunia 2026.

“Ini merupakan masa yang menyakitkan bagi sepak bola Italia dan bagi saya sendiri. Seandainya mereka memberitahu saya bahwa hal ini akan terjadi (12) tahun yang lalu,”

“Saya pasti akan berkata bahwa jauh lebih mudah melihat 1.000 alien di sekeliling saya daripada melihat Italia gagal lolos ke tiga turnamen berturut-turut. Namun, itulah kenyataannya.” ujarnya.

Buffon menilai ada sejumlah faktor yang menyebabkan kemunduran tersebut, mulai dari meningkatnya persaingan hingga berkurangnya pemain kreatif di Italia.

“Untuk mengatasi hal ini, kami perlu memahami mengapa ada kesulitan-kesulitan tersebut. Kami perlu berubah.”

“Jika kiami memahami analisis ini dengan jelas, kami memiliki potensi untuk menciptakan masa depan yang jauh lebih baik. Namun, jika Anda menyangkal adanya masalah, maka masalah itu akan selalu ada,” ucapnya.

Menurut Buffon, Italia saat ini masih memiliki pemain berkualitas, tetapi kehilangan sosok kreatif yang dahulu menjadi pembeda di lapangan.

“Kami memiliki beberapa pemain hebat, tapi yang kurang adalah talenta kreatif sejati seperti (Roberto) Baggio, (Alessandro) Del Piero, atau (Francesco) Totti yang dulu membantu kami meraih kemenangan,” tutup Buffon

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang